Nganjuk  Berita TKP _Com Diduga Limbah bahan berbahaya beracun (B3) menjadi masalah serius yang belum mendapat penanganan hingga sekarang. LSM GAK RI Nganjuk menemukan limbah B3 jenis cairan limbah yang diduga milik PT Jaya Kertas (Jaker) Kertosono dibuang sembarangan di sungai yang melintasi tiga Desa di Kecamatan Kertosono, Nganjuk.

Anehnya, warga yang tidak paham terkait jenis limbah itu dimanfaatkan perusahaan. Hal itu ditemukan tim LSM Gerakan Anti Korupsi (GAK RI) saat sidak di lokasi pembuangan limbah di sungai Klinter Dusun Bogo Desa Nglawak,, Kecamatan Kertas, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kamis (12/11/2020)

Pantauan Berita TKP dilokasi, Suwarni (56) warga yang terdampak limbah di wilayah Dusun Klinter Desa Ngelawak Kertosono mengatakan, tidak ada kompensasi dari pihak PT Jaker, pasalnya dirinya tidak tahu jika limbah yang dikelolanya berkategori limbah B3 sangat berbahaya

Dari pengakuannya, bahwa ada kompensasi buat warga yang dialiri sungai tersebut. Dia hanya pasrah kalau musim kemarau baunya menyengat hidung, bahkan air yang dibuat mandi juga membuat gatal-gatal dikulit

Tentu saja hal itu disesalkan oleh Sutomo selaku pemerhati lingkungan. Dia prihatin karena perusahaan dalam hal ini PT Jaker memanfaatkan ketidaktahuan warga untuk membuang limbah B3 yang dihasilkannya.

Harusnya, kata Sutomo, PT Jaker bertanggungjawab serta paham aturan terhadap limbah B3 itu, dan tidak membuangnya di tempat umum seperti di sungai Klinter yang mana sungai ini berdekatan dengan penduduk.

“Kami sangat prihatin bila kondisi ini yang harus dicegah, jangab sampai perusahaan mengambil untung dari produksinya, sementara warga menanggung dampak dari limbah B3 yang dibuang sembarangan,” Ucap pria yang disapa Cak Tomo

Lanjut Sutomo, pihaknya tidak akan diam melihat kondisi lingkungan terus diinvasi limbah B3 oleh perusahaan,” tegasnya

Oleh karena itu, LSM GAK RI Nganjuk bersama warga peduli lingkungan akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk dan DLH Provinsi Jawa Timur serta Tipiter Polres Nganjuk agar pembuangan limbah B3 diduga oleh PT Jaker ini segera ditindak secara tegas.

“Kami akan kawal sesuai dengan proses hukum siapapun pembuang limbah B3 yang dilakukan sembarangan. Jika tidak, efeknya terhadap lingkungan sangat fatal sekali, bisa jadi sumber air warga tercemar karena lokasi pembuangan itu sangat dekat dengan permukiman warga,” Sembari dengan semangat. (KLA)