Nganjuk Berita TKP_Com Tim Pengacara Muslim Nganjuk melaporkan Abu Janda terkait dugaan kasus penghinaan terhadap Rizieq Shihab. Abu Janda dilaporkan lantaran dinilai telah menghina ulama sekaligus Imam Besar FPI, dengan menyebut Rizieq sebagai anjing dan kata-kata kotor

“Abu janda menuduh Habib Rizieq Shihab itu sebagai binatang, itu jelas bentuk proviokasi, hinaan, umpatan, kemudian menyebarkan ujaran kebencian di muka umum,” kata Ketua Pengacara Muslim Nganjuk, Ahmad Rofiq SH saat ditemui di Mapolres Nganjuk Senin (16/11/2020). Sore pukul 15.00 WIB

Ahmad Rofiq mengatakan, dengan ujaran kebencian lewat group whatsapp advikad secara langsung laporan tersebut. Namun, jelas Ahmad Rofiq memang meminta agar penghinaan tersebut diproses secara hukum, sesuai amanat konstitusi.

Dia pun menegaskan, laporan ini hanya terkait dengan pernyataan Abu Janda yang dianggap sebagai sebuah penghinaan terhadap Rizieq. Menurut dia, pelaporan tersebut terkait penghinaan,” paparnya

Ahmad Rofiq pun berharap agar pihak kepolisian dapat memproses dan mengusut laporan ini. Sebab, dia menjelaskan, selama ini ujaran kebencian yang viralkan terhadap Rizieq shihab harus diproses hingga tuntas.

“Kami sudah membaca bahkan dishare dibeberapa group whatsapp yang kontra dengan pihak Habib Rizieq Sihab,” ungkapnya

Ahmad Rofiq menambahkan, pihaknya bersama tim Pengacara Muslim membawa sejumlah barang bukti dalam laporan tersebut. Di antaranya, link Youtube, beberapa chatingan di group whatsapp, serta transkrip suara yang dinilai sebagai penghinaan terhadap Rizieq.

Sementara itu, untuk pasal yang dilaporkan, yakni Pasal 160 dan Pasal 156 KUHP, Pasal 28 UU ITE, serta Pasal 4 dan Pasal 16 Undang kemudian uu ite nya pasal 28

Sementara, Wakid Jarwono selaku tim pengacara muslim mengatakan, perilaku ujaran kebencian Habib Rizieq Syihab (HRS) oleh Abu Janda sama halnya melecehkan ulama, yang sudah viral di media sosial yakni whatsapp

“Abu janda sungguh telah melewati batas kewajaran dan harus bertanggung jawab atas perbuatan amoral dan provokatif mereka,” kata Wakid Jarwono

Ia mengatakan, Tim Pengacara Muslim Nganjuk mengutuk keras setiap upaya dan tindakan yang melecehkan kedudukan dan marwah ulama. Di negara yang mayoritas Muslim, seharusnya para penegak hukum terutama polisi segera memproses tindakan provokatif dan agitatif dari siapapun terhadap ulama

“Kita sebagai negeri dengan dasar hukum makanya kita memproses secara hukum, secara konstitusi,” kata Wakid selaku wakil pengacara muslm (KLA)