Berawal Kongsi Usaha Tambang, Pengusaha Asal Nganjuk Polisikan Rekan Bisnisnya

0
36

NGANJUK, BeritaTKP – Ditipu temannya sendiri, pengusaha muda Muzaki Muhaimin Aza (40) Warga Dusun Pandanarum Desa Kemlokolegi Kecamatan Baron Nganjuk, mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Segala upaya selama kurang lebih dua tahun membuka bisnis tambang galian C di wilayah Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri belum juga tercapai.

Sebelum mengalami kerugian, pengusaha yang akrab disapa Zaky itu mengaku pernah diajak kerjasama dalam hal investasi modal usaha untuk membuka tambang galian c seluas 105 hektar oleh temannya yang berinisial BS.

Karena percaya lantaran BS merupakan temannya pada tahun 2018 mengajak ketemuan bersama rekan-rekanya untuk membuka usaha tambang tersebut, laki-laki berpawakan agak tinggi memakai baju koko itu pun mengucurkan modal awal sebesar Rp 350 juta di tahun 2018lalu. “Upaya meminta modalnya kembali sudah dilakukan klien kami baik melalui whatsapp. Namun hal tersebut ternyata tidak membuat BS segera mengembalikan uang Rp 350 juta kepada klien kami,” tutur Ristika Wahyu Prasetyo SH kepada media, Jumat (20/11/202)

Dalam upaya dugaan penipuan yang sudah merugikan pihak korban, korban didampingi kuasa hukumnya akhirnya mendatangi kantor polisi untuk membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Nganjuk.

“Ya jadi pada jum’at 20 November 2020 saya membuat laporan ke polisi untuk melaporkan BS atas tindakan penipuan atau penggelapan uang,” ungkapnya.

Laporan yang dikuatkan atas dasar penguatan dari kuasa hukum Ristika Wahyu Prasetyo SH, yang menyatakan bahwa pelaku yang berinisial BS dilaporkan atas tindakan penipuan atau penggelapan uang yang merugikan pihak korban hingga ratusan juta rupiah dan sudah bisa dikatakan sebagai tersangka.

Menurut Ristika sapaan akrabnya, pelaku BS yang merupakan rekan bisnis korban, dilaporkan pihak korban karena tidak mengembalikan modal serta keuntungan korban sejak September 2018 2 tahun lalu.

“Saya sudah membuat laporan pada jum’at, 20 November 2020. Dalam laporannya pelaku dilaporkan atas tindakan penipuan atau penggelapan dan melanggar pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP,” ujar Ristika

Setelah dilaporkan, lanjut Ristika, pengusaha asal malang dianggap telah merugikan kliennya yang merupakan rekan bisnisnya, pihak kepolisian kembali mengeluarkan surat dengan nomer TBL-B/68/XI/RES/1.11/2020/RESKRIM/SPKT Polres Nganjuk,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Rusty,karena tidak ada itikat baik dari BS untuk segera mengembalikan uang modal Rp 350 juta yang telah disetor Muzaky, pihak kuasa hukum meminta Polres Nganjuk untuk memprosesnya secara hukum l.”Kami sudah laporkan dan selanjutnya kami serahkan penanganan kasusnya kepada pihak penyidik Polres Nganjuk. Kami memiliki keyakinan penyidik sangat profesional dan kasus ini ditangani sesuai prosedur berdasarkan fakta hukum yang ada,” harapnya. (Mujib/Kla)