Pengerukan Sedimen Kalimas, Jelang Musim Hujan Normalisasi Saluran Primer

Surabaya, BeritaTKP.Com –Menjelang datang musim hujan, Pemkot  Surabaya terus melakukan normalisasi saluran dengan pengerukan sedimentasi. Salah satunya di Sungai Kalimas. Koordinator Rayon Genteng Utara, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPU BMP) Kota Surabaya Agung Wibisono  mengatakan, pihaknya melakukan pengerukan sejak tiga hari lalu. Pengerukan tersebut sudah menghasilkan 60 meter kubik endapan lumpur. Saat ini endapan lumpur tersebut sudah mulai diangkut ke Keputih.

Agung menambahkan, tahun lalu pernah dilakukan pengerukan di kawasan tersebut. Namun, karena semakin hari endapan semakin bertambah, terjadi pendangkalan pada saluran yang berdekatan dengan pompa air Petekan tersebut. “Selama setahun ini aliran air terhambat karena ada ketinggian sendimen. Jadi, enggak bisa los alirannya,” katanya.

Saat ini kedalaman Sungai Kalimas yang berdekatan dengan Pompa Air Petekan tersebut kurang dari 2,5 meter. Bahkan, sedimen melebihi dasar aliran sungai (DAS) sehingga mengurangi kapasitas air.

Pengerukan tersebut dilakukan dari sisi selatan Jembatan Petekan hingga mendekati Rumah Pompa Petekan sepanjang 200 meter. Selain itu, pengerukan juga dilakukan untuk persiapan rumah pompa yang rencananya akan rampung pada bulan Desember mendatang. “Ini juga untuk normalisasi persiapan pompa air agar tidak menghambat jalannya aliran air,” katanya.

Saat ini pihaknya telah mengangkut 60 meter kubik sedimen yang dibawa oleh tiga dump truck. Satu dump truck bisa tiga kali angkut sedimen. Agung mengatakan, sebetulnya pengerukan tersebut merupakan kewenangan dari Jasa Tirta. Namun, pihaknya proaktif melakukan pengerukan untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.

Pengerukan sedimen tersebut dikerjakan 10 pekerja. “Tidak ada target dalam pengerukan ini. Yang pasti, sampai sebanyak-banyaknya sedimen supaya tidak terjadi pendangkalan,” ungkapnya.

Forum Maritim Jatim Ali Yusa mengatakan, faktor penyebab pendangkalan sungai cukup banyak. Sebab seperti sampah rumah tangga yang dibuang ke kali sehingga mengendap di dasar sungai. Selain itu, sungai-sungai cukup lama tidak dikeruk. Seharusnya pengerukan dilakukan setiap satu tahun sekali. “Sedimentasi Sungai Kalimas memang parah sehingga butuh penanganan ekstra,” tandasnya.  /af