Tersangka Masih Dibawah Umur, Bayi Malang Dibuang Area Perkebunan Kosong

Kediri, BeritaTKP.Com  –Tersangka  inisial  YG ,15, ibu yang tega membuang bayi laki-laki di kebun kosong milik tetangga di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Kediri. Ibu dari bayi laki-laki yang dibuang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Tetapi, tidak mudah bagi kepolisian dalam menjerat pelaku yang masih berstatus dibangku kursi  pelajar SMP ini. Sebab, gadis itu sempat berkelit  saat dihadapan penyidik yang memeriksanya.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengaku, tersangka YG membantah sebagai pelakunya. Oleh karena itu, penyidik membawa tersangka ke bidan desa setempat untuk dilakukan pemeriksaan fisik.

Dan hasilnya dengan pasti, “Dari ciri-ciri fisik seperti kakinya bengkak, dan hasil pemeriksaan tim kesehatan dari bidan, akhirnya pelaku mengakui semua perbuatannya yang dilakukan, ” kata AKBP Lukman Cahyono,Jumat (27/11/2020).

Ketika didesak oleh penyidik, tersangka YG membeberkan kronologis persalinan itu. Ia melihatkan seorang diri tanpa bantuan.

Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 02.00 WIB tersangka YG merasa perutnya sakit. Ia kemudian menuju ke kamar mandi. Rasa sakit itu berlanjut hingga akhirnya ia melahirkan sendirian tanpa bantuan siapa pun.

Hingga akhirnya, “Pukul 03.00 WIB pelaku melahirkan. Kemudian meninggalkan anaknya di kebun belakang rumah tetangganya, ” urai Kapolres.

Tersangka YG meninggalkan buah hatinya laki-laki dibawah pohon pisang. Kondisi bayi baru lahir lengkap dengan tali pusar itu sangat mengenaskan. Bayi dibiarkan begitu saja tanpa sehelai pakaian di tubuhnya.

Bayi laki laki malang itu bertahan selama kurang lebih 12 jam di tempat terbuka. Sampai akhirnya ditemukan oleh warga setempat. Bayi kemudian langsung dibawa ke bidan dan dirujuk ke RSUD Kabupaten Kediri di Pare.

Diberitakan sebelumnya, Polres Kediri menangkap gadis tersangka YG ,15, tersangka pembuang bayi  Plemahan. Tak hanya YG, polisi juga mengamankan tersangka IH ,19, tak lain kekasihnya asal Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri dalam kasus penemuan bayi.

Tersangka  mengakui, melakukan hubungan layaknya suami istri dengan IH yang mengakibatkan berbadan dua. Namun akhirnya YG membuang anak hasil hubungan gelap dengan kekasihnya  itu karena merasa takut dengan orang tuanya.

YG dijerat pasal 308 KUHP tentang penelantaran anak dengan ancaman hukuman 5 tahun  penjara. Sedangkan kekasihnya IH dijerat pasal 81 dan 82 UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.  /muryati