Melanggar Prokes, Izin Usaha Bengkel Cafe di Kota Kediri Bisa Terancam Dicabut

KEDIRI, Berita TKP – Pemerintah Kediri akan menerapkan sanksi tegas terhadap para pelaku usaha yang kedapatan tiga kali melanggar protokol kesehatan di masa pademi. Hal tersebut disampaikan langsung Kabid Trantibum Satpol PP Kediri Nur Khamid.

“Sudah tiga kali kami berikan surat teguran, Sanksi yang diatur dalam perbup ini bukan untuk menghukum masyarakat, melainkan upaya pemerintah dalam menyadarkan masyarakat terhadap bahaya wabah COVID-19,” kata Nur Khamid, Senin (30/11/2020)

Penerapan sanksi sifatnya menyeluruh, termasuk pelaku usaha yang kedapatan melanggar protokol kesehatan tentu akan dicabut izin usahanya. “Namun dalam operasi sudah kita berikan teguran diketahui puluhan remaja, diketahui mahasiswa berjoget tanpa memakai masker. selanjutnya, kita akan berikan sanksi tegas berupa sanksi administrasi, dan sanksi denda serta sanksi pencabutan izin operasional,” sebut Nur Khamid

Khusus para pelaku usaha, lanjut Nur Khami, dalam Perbup tersebut juga diatur sanksi perorangan terhadap pelanggar protokol kesehatan (prokes). “Pas Malam minggu kemarin juga ditertipkan, kami juga amankan barang bukti berupa KTP milik pengelola.terhadap pelanggar yang terjaring operasi yustisi, jika dari hasil penyelidikan terbukti, ijin usahanya kami cabut,” tutur Nur Khamid

Operasi kali ini berawal dari aduan masyarakat terdengar suara musik yang sangat keras berasa di cafe di jalan Letjen Supratman Tisaren Kota Kediri. Operasi yang dilakukan Tim Respon Cepat Kerja Tuntas (RCKT) Regu 2 Satpol PP Kota Kediri dipusatkan di Kota Kediri.

“Kita akui, tindakan tegas kita lakukan kepada para pelaku usaha terjaring dalam operasi yustisi kali ini sudah tiga kali melanggar penerapan protokol kesehatan,” demikian ujar Kadensus. (Roy/Kla)

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda