Terungkap Pelaku Pembuangan Bayi, Pengacara Berjuang Agar Hukuman Pelaku Ringan

Kediri, BeritaTKP.Com –Dihebohkan adanya kasus pembuangan bayi laki-laki yang dilakukan oleh YG ,15, ibunya sendiri di Kediri, Jawa Timur masih menjadi pusat perhatian masyarakat. Selain pelaku masih berstatus sebagai pelajar SMP, juga dari keluarga kurang mampu.

Ander Sumiwi, pengacara prodeo yang mendampingi tersangka tanpa imbalan apapun, berjanji, akan berjuang untuk keringanan hukuman tersangka. Sebagai sesama kaum perempuan, Ander tergerak hati melihat penderitaan tersangka yang kini berhadapan dengan hukuman.

Dengan adanya pengacara, “Semoga saya bisa memperjuangkan tersangka sehingga hukumannya diringankan. Syukur-syukur tersangka bisa dikembalikan ke keluarganya. Karena satu, tersangka masih anak-anak. Selain itu, bayinya masih hidup, sehingga butuh untuk diasuh, ” kata Ander.

Kasus hukum yang membelit tersangka, diakui Ander, telah mengguncang jiwanya. YG belum dapat berfikir panjang dan mengambil keputusan besar, lantaran usianya masih anak-anak.

“Awalnya, tersangka murung dan hanya diam. Tetapi setelah saya dampingi. Kemarin sudah bisa tersenyum lagi. Kemudian tersangka bisa bercerita dengan tenang, ” imbuh Ander, pengacara yang identik dengan suara lantang ini.

YG berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya, hanya sebagai buruh serabutan. Sedangkan ibunya bekerja di sebuah pabrik minuman kemasan. Keadaan ekonomi yang pas-pasan tersebut, sempat membuat keluarga ini kesulitan membawa pulang sang bayi yang sempat dibuang dari rumah sakit.

Alhamdulilah, “Kemarin bayinya sudah bisa dibawa pulang dari rumah sakit. Dan dapat sumbangan dari beberapa donatur yang baik hati Rp 2.900.000. Saya gunakan untuk nebus obat Rp 400.000 kemudian yang Rp 2.500.000 saya berikan kepadanya. Saya belikan baju dan keperluan bayinya, ” jlentreh Ander.

Ander berharap, pemerintah di Kediri tidak tinggal diam. Sebab menurut catatannya selama menjadi pengacara, kasus serupa cukup banyak. Sudah waktunya pemerintah daerah bisa mengambil peran dalam persoalan tersebut.

 “Pemerintah harusnya bisa membuat sebuah wadah seperti misalnya, ada Woman Crisis Centre. Sebagai wadah untuk menangani masalah seperti ini. Karena kasus-kasus seperti yang dialami YG ini cukup banyak. Apalagi yang menjadi pemimpin di Kediri ini kan sama sama kaum perempuan. Ayuk mari kita sama-sama memperhatikan nasib perempuan dan anak, ” sentilannya.

Diberitakan sebelumnya, kasus penemuan bayi laki-laki yang baru lahir lengkap dengan plasenta nya di Desa Payaman, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri akhirnya terungkap. Pelaku adalah YG ,15, tak lain ibunya sendiri.

Satreskrim Polres Kediri menangkap YG beserta kekasihnya IH ,19,  warga Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Mereka mengakui telah melakukan hubungan layaknya suami istri hingga mengakibatkan YG hamil diluar nikah.

Akibat dari perbuatannya, gadis YG dijerat pasal 308 KUHP tentang penelantaran anak dengan ancaman hukum 5 tahun penjara. YG tidak ditahan karena usianya masih anak-anak. Sedangkan IH pacarnya disangka pasal 81 dan 81 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. /roy/muryati