Terungkap Cerita 2 Gengster Saat Bentrok

0
97

Surabaya, BeritaTKP.Com –Usai bentrok antar geng Andreas ,20, warga Tambak Sari, Surabaya, menyesal sudah melukai sampai nyawa melayang.

Pada saat itu dirinya sedang bersama rekan geng dari kelompok Jawara dan Guk guk. Karena sudah terlanjur mendam emosi sejak kejadian lama dan beberapa kali bentrok, Ardreas ikut nimbrung berkumpul, selanjutnya di Jalan Tembaan ketemulah dengan dua kelompok tersebut dan terjadilan bentrok antar gangster .

Lalu kemudian, “Pas bentrok dia jatuh dan saya hantam. Beberapa kali tapi awalnya gak tahu kalau dia sampai korban meninggal. Saya tahunya saat diperiksa dan dikabarkan korban telah meninggal,” katanya saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (2/12/2020).

Selain itu juga, menurutnya aksi bentrok antar gangster selalu dibarengi dengan live dan perekaman video. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan eksistensi kelompok ini ke kelompok musuh yakni All Star. Aksi bentrok pun dilakukan sudah berkali-lali selalu dan diabadikan dengan live atau video. Dengan begitu kelompok lain bisa melihat eksistensi bentrok dan kemenangan mereka.

Dan akhirnya dari kejadian, “Ya ada yang menang dan kalah. Tergantung pas bentrok jumlahnya banyak apa ndak kelompok kita. Kelompok saya di Tambak Sari ada sekitar 20 anggota,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menjelaskan bahwa mereka bukanlah gengster. Hanya saja dua kelompok yang terbentuk dan melakukan aksi bentrok. Bahkan, menurutnya sebelum bentrok di Jalan Tembaan sekitar Pasar Turi, polisi sudah mengantisipasi kejadian. Diantaranya melakukan patroli dan maping wilayah tersebut dari malam hingga dini hari.

Dengan adanya bentrok, “Tapi ternyata kedua kelompok ini malah bentrok pada subuh hari. Kejadian ini pun sontak langsung membuat petugas polisi langsung terjun ke TKP. Saat di lokasi petugas mendapati adanya satu kroban jiwa dan barang bukti diantaranya senjata tajam dan 15 sepeda motor,” jelasnya.

Dan pengamanan tersebut petugas polisi juga berhasil mengamankan 15 pelaku gangster. Para pelaku ini lima diantaranya terpaksa harus ditahan. Kelima pelaku dua diantaranya juga merupakan anak-anak. Sedangkan tiga diantaranya merupakan orang dewasa.

Sedangkan pelaku lain yang masih dalam pengejaran, lanjut AKBP Hartoyo, pihaknya meminta agar menyerahkan diri. Bahkan, bagi pihak keluarga yang merasa kehilangan motor bisa mengambil di Polrestabes Surabaya. Sebab ada sekitar 15 sepeda motor yang belum diketahui pemiliknya dan belum mengambil di Mapolrestabes.

“Kami imbau agar pelaku lain menyerahkan diri saja. Sebab ada motor yang belum diambil dan diduga juga ikut bentrok gangster. Bahkan bisa jadi merupakan salah satu pelaku penganiayaan yang berujung hingga kematian,” pungkasnya.  /af