Mojokerto, Berita TKP – Sungguh keterlaluan, ibarat pepatah bagaikan Pagar Makan Tanaman, orang wajib memeliharanya tetapi malah merusaknya.

Istri adalah tulang rusuk dari seorang suami maka seorang istri harusnya dijaga dan dilindungi dalam segala hal oleh seorang suami. Bukan malah sebaliknya, dibuat menderita dan disakiti.

Seperti yang terjadi di dusun Manyarsari, desa Gunungsari, Kecamatan Dawar Blandong Kabupaten Mojokerto. Bermula ketika Mjyn (istri) berpamitan untuk kerja di Surabaya waktu itu diijinkan sama Skr (suami) kejadian ini juga disaksikan tetangga.

Setelah sebulan kerja di Surabaya, Mjyn pulang ke dusun Manyarsari, desa Gunung Sari, Kecamatan Dawar Blandong sekira jam 17:00 WIB. Mjyn akhirnya ketemu Skr sekira jam 17:30 WIB dan disini terjadi adu mulut sampai tangan Mjyn ditarik oleh Skr. Pada jam 19:30 Mjyn balik ke Surabaya untuk menghindari amukan dari Skr.

Saat dikonfirmasi awak media berita TKP Mjyn mengatakan bahwa,” Saya pulang ke Dawar jam 21:00 WIB, sampai dirumah saya tidur sama anak saya, pada tanggal 08 Februari 2021 pagi, suami saya pulang dari pasar karena suami saya kerja dipasar, habis itu pas saya mencari sertifikat tidak ada dan suami nemuin saya sampai HP saya dibanting kemudian tangan saya ditarik, bapak saya juga di dorong sampai jatuh, dan terjadi adu mulut sampai saya dibilang wanita tidak benar. Saat pulang ke Jateng suami saya bawa sertifikat, ATM, dan KTP saya yang pada waktu itu saya taruh diruang tengah rumah saya,” Jelas Mjyn.

Kejadian ini sudah sempat dilaporkan ke Polsek setempat dan sudah dilakukan tindakan cross cek di kantor desa setempat. Kalau memang belum selesai, Mjyn akan melaporkan langsung ke Polres Kabupaten Mojokerto, Karena ada ancaman bunuh juga dihadapan tetangga di dusun Manyar Sari, desa Gunung Sari, Kecamatan Dawar Blandong.

Dari kejadian ini, media berita TKP akan terus mengikuti kasus ini sampai tuntas hingga permasalahan selesai dan menjadi terang benderang. (red)

Sebarkan Berita