Paket Diduga Sabu Diselundupkan Dengan Dilempar Kedalam Lapas

Kepala Lapas Kelas IIA Kediri Asih Widodo
Kepala Lapas Kelas IIA Kediri Asih Widodo

KEDIRI, Berita TKP – Petugas jaga menara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 21 Mojoroto Kota Kediri, kembali berhasil menggagalkan penyeludupan paket yang dilakukan oknum yang belum diketahui identitasnya, Diduga berisi sabu seberat 1 gram, HP dan headset dengan cara dilempar dari luar tembok lapas, Sabtu (13/2/2021) pukul 14.30 WIB.

Kepala Lapas Kelas IIA Kediri Asih Widodo saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan bahwa modusnya paket tersebut dilempar dari luar tembok lapas. Petugas yang menggagalkan adalah petugas jaga blok A dan petugas pengawas menara atas.

Awal kejadiannya sekitar pukul 14.30 WIB. Petugas pengawas atas dan penjaga blok mendengar bunyi benda jatuh tepat di daerah kamar mandi blok A “Petugas blok A dan pengawas menara atas langsung melaporkan kejadian tersebut kepada komandan jaga melalui HT, ” ujar Widodo kepada media ini, Senen (15/2/2021)

Petugas lalu mengamankan benda kotak dibungkus lakban coklat tersebut untuk diperiksa. Setelah dibuka, petugas menemukan satu buah handphone lengkap dengan charger dan headset “Selain itu, kami juga menemukan satu plastik klip kecil kristal putih yang diduga narkoba jenis sabu seberat 1 gram, ” terang Widodo.

Kalapas juga menegaskan bahwa pihaknya akan lebih memperketat pengamanan dan pengawasan di dalam blok warga binaan maupun area luar lapas “Malamnya kita lakukan penggeledahan kepada warga binaan dan kami tidak menemukan apa-apa, ” pihaknya telah menghubungi pihak Polresta Kediri untuk tindaklanjut. Barang bukti juga telah diserahkan ke pihak Polresta Kediri.

Aksi lempar ini langsung mendapatkan sorotan dari Ketua Jaringan Masyarakat Anti Narkotika (JAMAN) Wilayah Kediri, Roy Kurnia Irawan. Lelaki akrab disapa Bang Roy ini juga merupakan keluarga besar Lapas Kediri dan dibesarkan di lingkungan Kecamatan Mojoroto.

Dia melihat tidak ada inovasi berupa fisik, terutama perlunya tembok bangunan untuk lebih ditinggikan agar tidak terjangkau terutama aksi lempar ini “Dugaan adanya oknum lapas perlu ditindaklanjuti, juga kawasan Lapas harus steril.

Tidak boleh ada bangunan apapun serta harus diawasi baik penjaga ataupun dengan kamera pengintai CCTV yang merekam selama 24 jam. kemudian bangunan tembok yang menggelilingi harus ditinggikan untuk antisipasi terjadinya kembali aksi lempar. Ingat Narkoba adalah musuh bersama,” tegasnya, dikonfirmasi Minggu (14/02). (mur)