Nganjuk Berduka Bencana Longsor Dsn Selopuro, Ngetos

Bencana banjir Longsor Dsn Sabumen
Bencana banjir Longsor Dsn Sabumen

NGANJUK, BeritaTKP – Tak hanya banjir, hujan deras juga menimbulkan bencana tanah longsor. Dsn. Selopuro, Ds. Ngetos RT.01/RW.06, Desa Ngetos Kecamatan Ngetos sekitar pukul 16.00.

Menurut Plh Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk Nafhan Tohawi, longsor paling parah terjadi di Desa Ngetos. “Akses jalan dari Desa Ngetos tertutup material longsor, sementara 20 Jiwa belum diketemukan, ” ungkap pria yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Nganjuk ini.

Nafhan menjelaskan, longsor di Klodan tingginya sampai lima meter dan lebarnya tiga meter. Material yang memblokade jalan utama ke Desa Ngetos semuanya berupa tanah. “Tidak ada bebatuannya,” ujarnya.

Longsor yang terjadi di Desa Ngetos hanya menutup sebagian akses jalan saja. Kendaraan bermotor masih bisa melintas. Dari lebar tanah yang longsor, ukurannya lebih lebar dari material di Ngetos Yakni sepanjang 15 meter. Sedangkan tingginya tiga meter. Kemarin malam, dua titik longsor ini sudah dibersihkan.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Ngetos Warno telah mengetahui terjadi longsor. Dia pun mengajak anggota destana membantu membersihkan material longsor “Alhamdulillah, beberapa warga masih bisa ditampung berkat bantuan semua pihak,” Warno mengaku, belum mendapat petunjuk untuk melakukan penutupan di sekitar lokasi bencana longsor.

Dari asesmen BPBD, wilayah di sekitar longsor masih terbilang rawan. Apalagi, hujan diperkirakan masih akan terjadi dalam dua hari ke depan. Seperti diungkapkan Kepala Stasiun BMKG M. Chudori, hingga Minggu malam (14/2) nanti Kota Angin masih tetap diguyur hujan “Prediksi dari BMKG menyampaikan, hujan di wilayah Nganjuk berpotensi terjadi di pagi hari selama dua hari ke depan,” katanya.

Perkiraan cuaca ini menjadi peringatan dini bagi daerah-daerah yang mengalami rawan bencana, seperti tanah longsor atau daerah yang lokasinya dekat dengan dengan aliran sungai, warga di kawasan rawan bencana harus lebih waspada dari hari biasanya. (mur)