Bejat, Ayah Nodai Putri Kandung Hingga Hamil Lima Bulan

Ayah Nodai Putri Kandung Saat di Polsek Terusan Nunyai
Ayah Nodai Putri Kandung Saat di Polsek Terusan Nunyai

Lampung, Berita TKP – Kembali terjadi di Lampung Tengah (Lamteng), ayah nodai putri kandung hingga hamil lima bulan.

Terungkap karena tetangga curiga melihat perubahan fisik korban, semakin hari perutnya terus bertambah buncit.

Hal itu dijelaskan oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah Eko Yuwono.

Menurut Eko, saat ini LPA sedang menangani perkara ayah kandung hamili putrinya hingga hamil lima bulan.

Ia mengatakan, pelaku adalah THT warga Kampung Gunungbatin Udik Terusanunyai Lamteng.

Peristiwa laknat tersebut terjadi berulang kali sejak awal Maret 2019 hingga awal Februari 202i dan kini korban sebutan saja Mawar (15) mengandung lima bulan.

“Pertama kali terjadi sekitar awal maret 2019 lalu. Saat itu korban dipanggil oleh pelaku masuk kedalam kamar,” jelasnya.

Karena tidak merasa curiga Mawar mendatangi ayahnya didalam kamar. Ketika sampai didalam kamar kata ketua LPA, korban kaget bukan kepalang karena sang ayah bejat tersebut menyuruh putrinya untuk rebahan.

“Saat itu pelaku langsung menindih korban. Korban sendiri tak mampu menolak keinginan ayahnya karena diancam,” terang Eko.

Dari hari ke hari korban selalu saja murung dan menyimpan rahasia yang memalukan itu kepada keluarga dan tetangga.

Namun perubahan yang terjadi pada tubuh Mawar mengundang kecurigaan para tetangga, hingga suatu saat korban ditanya oleh bibik dan sejumlah tetangganya.

Kepada sang Bibik korban menceritakan perilaku laknat sang ayah yang tega menggagahi putri kandungnya sendiri. Korban mengaku tak sanggup menolak keinginan sang ayah yang tega menjadikanya budak pemuas nabau karena Mawar selalu saja diancam.

Mendengar penuturan Mawar Paman Korban tidak terima dengan ulah sang kakak saat itu juga THT di laporkan ke Unit PPA Polres Lamteng.

“LPA mendampingi korban dari awal proses laporan sampai visum. Dan karena kondisi korban trauma berat maka sesegera mungkin korban akan kita bawa ke rumah aman,” ujar Eko.

Selanjutnya LPA juga tengah mempersiapkan proses pemulihan korban dari trauma serta persalinanya.

“LPA juga mendesak kepada jaksa dan hakim untuk bisa menuntut dan memvonis pelaku maksimal 20 Tahun. Dan tambahan hukuman kebiri kimia,” pungkasnya.

Saat ini di Lamteng hingga Februari 2021, telah mencapai 29 orang korban kejahatan seksual terhadap anak. Empat diantaranya hamil.

Untuk itu LPA Lamteng mengimbau semua pihak agar selalu memperhatikan perubahan yang terjadi terhadap putra-putri kita.

Bahkan memperhatikan lingkungannya karena tak jarang pelaku kejahatan seksual terhadap anak adalah orang dekat yang masih memiliki hubungan darah. (HL/Shu)

Sebarkan Berita