Kapolsek Astana Anyar Bersama 11 Anggotanya Ditangkap Propam Mabes Polri

Kompol Yuni Purwanti Kapolsek Astana Anyar
Kompol Yuni Purwanti Kapolsek Astana Anyar

Bandung, Berita TKP – Publik geger dengan ditangkapnya Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. Dia ditangkap bersama anak buah, di sebuah hotel di Bandung.

Yang bikin geleng-geleng banyak pihak, dia terindikasi melakukan pesta narkoba jenis sabu, bareng 11 anak buahnya. Atas hal itu, dia dan belasan anak buahnya lantas digelandang ke Mapolda Jabar.

Saat dites urine, Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni pun diduga positif narkoba. Menurut Polda Jabar, Kompol Yuni dan rekan cs-nya ditangkap usai ada sebuah laporan ke Mabes Polri. Laporan itu pula yang kemudian difollow up oleh Propam Polda Jabar.

Di balik kasus yang tengah membelitnya, Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni rupanya punya sepak terjang mengerikan. Seperti apa itu?

Menyamar Untuk Bongkar Jaringan Narkoba

Seperti dihimpun redaksi, Kompol Yuni rupanya pernah mengungkap kasus peredaran kokain. Ya, dari rekam jejaknya, beliau ternyata merupakan polisi yang banyak berkecimpung di dunia pemberantasan narkoba.

Dari laporan yang diterima, dia pernah bertugas di Bogor dan Polda Jabar. Selain itu, dia juga pernah menjadi kapolsek di wilayah hukum Polrestabs Bandung.

Publik terhenyak pada 2019 lalu, dia sukses mengungkap kasus peredaran kokain di Bogor, Jawa Barat. Ketika itu, Kompol Yuni menjabat sebagai Kanit 3 Sub Dit 2 Dit Narkoba Polda Jabar.

Dalam wawancaranya, Kompol Yuni mengatakan, untuk menangkap kedua pelaku tersebut digunakan metode undercover atau menyamar selama tiga hari dari daerah Cengkareng hingga Kabupaten Bogor.

“Kami mengintai selama tiga hari dan akhirnya berhasil menangkap dua orang berinisial AS dan YA. Kami membuat janji dengan pelaku untuk membeli kokain tersebut. Kami pancing dengan cara kami sendiri dan mereka sama sekali tidak tahu bahwa kami polisi,” kata Kompol Yuni, disitat Tribun, pada Selasa 9 April 2019.

Dia mengakui, hanya dirinya lah satu-satunya perempuan yang ikut melakukan penyamaran tersebut.

Dia mengatakan, kokain merupakan jenis narkotika kelas atas (high class). Indikasi awalnya, bahwa kokain tersebut akan diedarkan di wilayah Gunung Putri karena banyaknya vila di daerah tersebut.

“Tapi karena ini narkotika kelas atas dan mahal, maka hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengonsumsi. Ternyata di wilayah Jabar ada transaksi kokain, selama ini tidak ada,” katanya.

Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni terancam dipecat

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago mengatakan, Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni dan belasan anak buahnya masih terus diperiksa Propam Polda Jabar.

Sejauh ini, sesuai dengan amanat Kapolda Jabar Irjen Achmad Dofiri, Polda Jabar menyatakan siap bertindak tegas pada anggotanya yang melakukan pelanggaran sampai pidana.

“Siapapun yang melanggar terutama masalah narkoba akan ditindak dengan tegas dan sangat keras,” ucap Erdi.

Diketahui, dalam penangkapan itu, selain Kapolsek, ada satu perwira di Polsek yang turut diamankan. “Mereka yang terlibat ancaman sanksinya penurunan pangkat hingga bisa dipecat,” katanya lagi.

Walau Kapolsek dan sejumlah personel diamankan, Erdi memastikan kalau proses pembuatan SKCK di Astana Anyar masih berjalan.

“Masih berjalan karena roda organisasi harus terus berjalan, sistem sudah berjalan walaupun ada yang tidak hadir, sakit dan sebagainya, nah pelayanan tetap berjalan kan ada wakil dan personel lainnya,” kata Erdi. (HOPS/Shu)