Aceh, Berita TKP – Marak kembali kasus pelecehan seksual di bawah umur yang membuat masyarakat resah, hal itu membuat Lembaga Studi Kajian Kebijakan Publik (LSK2P) Bener Meriah pun ikut angkat bicara, Kamis (18/02/2021).

Sedang hangat di perbincangkan dan telah mencoreng nama baik Kabupaten Bener Meriah.
Sangat disesalkan dengan terjadinya kembali kasus yang sama. Sehingga, dalam hal tersebut Pemerintah Kabupaten perlu lebih serius menanggapi kasus yang berulang-ulang terjadi sehingga tidak terjadi kembali lagi.

Kemudian, kasus terhadap anak dibawah umur sudah terjadi tiga kali pada awal 2021, untuk itu Pemkab Bener Meriah harus ekstra dalam menangani kasus tersebut. Akibatnya, Bener Meriah menjadi sorotan publik karena kasus tersebut belum ada upaya yang komprehensif.

Nasri Irsyadi selaku Bendahara Umum Lembaga Studi Kajian Kebijakan Publik (LSK2P) Bener Meriah mengakatakan bahwa, “saat ini begitu banyak kasus tentang pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur mirisnya pelaku pelecehan seksual itu bukan orang asing melainkan orang yang ada di sekitar kita, bahkan tak jarang adalah orang-orang yang kita percaya,” ungkapnya.

“Solusinya menurut Kajian, itu bisa dari sektor Pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA itu sudah harus dimasukkan materi Fiqih khususnya yang berhubungan dengan dosa besar orang yang berzina agar sejak dini sudah di tanamkan bekal keagamaan yang kuat,” tutupnya. (SA/Shu)