Musim Kemarau, Damkar Kota Padang Himbau Masyarakat Waspada Kebakaran

Padang, Berita TKP – Kebakaran rawan terjadi saat musim kemarau seperti saat ini. Hal ini disebabkan kondisi iklim yang panas sehingga memicu api lebih cepat menyebar melalui udara.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Dedi Henidal mengingatkan kepada warga Kota Padang untuk tidak melakukan pembakaran di lingkungan masing-masing. Apalagi sampah yang kering. Karena itu dapat membuat api cepat besar.

“Kita mengimbau warga untuk mewaspadai bahaya kebakaran selama musim kemarau. Warga harus tingkatkan kewaspadaan. Demi keamanan lingkungan tempat tinggal dan menghindari kerugian, baik bangunan dan materi, jangan bakar membakar. Hindari dulu,” ujar Dedi Henidal, Kamis (18/2).

Dilanjutkannya, jika ingin membakar harus ditunggu dan diawasi sampai api pudur atau mati. Apabila tak diawasi, risikonya besar dan api bisa merembes kemana saja.

“Warga jangan remehkan api. Jika besar, maka itu musuh yang berbahaya. Warga diimbau tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa memicu kebakaran lahan, seperti bakar sampah, buang puntung rokok sembarangan,” ucap mantan Kadishub Padang ini.

Ia juga mengimbau kepada ibu tumah tangga (IRT) untuk memastikan api kompor mati usai memasak. Apalagi berencana bepergian, jangan sampai api lupa dimatikan. Jika lengah, hal itu dapat membuat kebakaran hebat.

“Jika rumah rapat posisinya, dampak sangat luar biasa dan api tak kenal lelah,” paparnya.

Sekarang ini, sambungnya, kendaraan operasional yang siap turun sekitar 16 unit dan personel yang standby 99 orang.

“Dengan jumlah anggota yang ada, kekuatan dalam bekerja dibilang tak cukup. Idealnya, personel kita 300 orang. Namun mau gimana lagi, APBD Padang terbatas untuk hal itu,” kata mantan Staf Ahli di Pemko Padang ini.

Ia meminta kepada orang tua untuk awasi anaknya dalam perkara api. Jangan lengah. Apalagi membiarkan. Itu sangat berbahaya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Faisal Nasir meminta pada Damkar untuk mengusulkan penambahan anggota ke TAPD jika itu urgent. Jangan didiamkan.

“Selama ini masalah itu tak pernah sampai ke dewan,” ujar kader PAN itu. Ia mengatakan, prioritaskan yang urgen program dan kurangi yang sifat seremonial. (PP/Shu)