Jakarta, BeritaTKP.Com  – Hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sejak dua hari terakhir, terdeteksi adanya potensi bibit siklon di sekitar selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bibit tersebut sangat berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.

Deputi BMKG Guswanto menuturkan, bibit siklon itu diprediksi masih bertahan. Saat ini kondisinya menunjukkan adanya pergerakan ke arah barat mendekati wilayah laut di selatan Jawa Timur dengan potensi intensitas yang menguat hingga dua hari mendatang. ”Dalam hal ini BMKG terus memonitor perkembangan LPA (potensi bibit siklon, Red) tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan dapat menguat menjadi siklon tropis,” ujarnya kemarin (23/2).

Sebetulnya sebagian besar wilayah Indonesia, yakni 96 persen dari 342 zona musim, saat ini memasuki musim hujan sebagaimana disampaikan Agustus tahun lalu. Untuk periode 23 hingga 28 Februari diprediksi bakal terjadi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah. ”Untuk wilayah Jabodetabek, potensi cuaca ekstrem berdampak signifikan diprediksi dapat terjadi mulai tanggal 24 sampai 27 Februari 2021,” ungkapnya.

Berdasar prakiraan cuaca berbasis dampak (impact-based forecasting/IBF), untuk dampak banjir bandang, sejumlah daerah masih berstatus siaga. Di antaranya Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak yang dapat ditimbulkan.

Jalur KA Pulih

Pada pukul 10.29 WIB kemarin Kereta api KLB D1/10481 melintas di jalur tersebut. Hal ini menandakan bahwa rel Kereta api sudah dapat dilewati. Namun, petugas menyarankan untuk sementara waktu Kereta api yang melintasi jalur tersebut dibatasi kecepatannya. Maksimal 10 km per jam.

Upaya yang dilakukan petugas KAI untuk menormalisasi jalur yang tergenang, misalnya dengan, menambah batu, menguatkan fondasi, hingga memadatkan jalur Kereta api. Peningkatan kemampuan pada jalur tersebut dilakukan bertahap hingga akhirnya mencapai kecepatan normal.

Kereta api yang menuju Jakarta sudah dapat beroperasi setelah rel dinyatakan aman. Sebelumnya jalur hilir KA antara Stasiun Kedunggedeh hingga Stasiun Lemahabang, Kabupaten Bekasi, tergenang banjir. ”Dengan beroperasinya jalur tersebut, seluruh kereta api di Daop 1 Jakarta, khususnya dari dan menuju Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, sudah dapat kembali normal,” ujar VP Public Relations PT KAI Joni Martinus. /Red