Surabaya, BeritaTKP.Com – Seorang ayah nekat menjadi kurir narkoba berdalih tak kerja dan ingin membelikan susu anaknya. Tak sedikit narkoba yang dikirimnya, 28 gram sabu dan 1 poket plastik klip berisi 179 butir pil warna hijau yang diduga Extacy dengan berat keseluruhan 23,10 gram.

Kanit 2 Satres Narkoba, Polrestabes Surabaya Iptu Danang saat menjalani gelar perkara, Jumat (26/2/2021) menjelaskan, pelaku usai dipecat. Karena tidak bekerja dan perlu membelikan susu untuk anaknya, ia pun mengikuti tawaran menjadi kurir sabu.

“Pelaku ini mengaku tidak kerja dan kebutuhan banyak. Maka dia nekat jadi kurir sabu jaringan lapas,” ujarnya.

Pelaku bernama Samsul Arief ,25, alias SA ini adalah warga Jalan Dupak Jaya Surabaya. Ayah satu anak ini dibekuk di Jalan Petemon, Kecamatan Sawahan Surabaya.

Kepada petugas, SA mengakui jika ia berkomunikasi dengan jaringan narkoba di lapas. Bahkan ia mengambil barang sampai di Mojokerto supaya tak terendus Satnarkoba Polrestabes Surabaya.

“Saya ditawari oleh Z teman saya kerjaan karena butuh ya mau saja. Kenal dengan Z sejak kecil, teman Kampung dan main sejak kecil,” kata pelaku SA.

SA dibekuk polisi berdasarkan Informasi dari masyarakat akan terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di daerah Jalan Arjuno Surabaya. Atas info itu, kemudian anggota Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan, profilling dan pembuntutan (Surevilence) hingga akhirnya didapatkan identitas tersangka ini.

Setelah pelaku diamankan, serta melakukan penggeledahan badan, didalam rumah SA ditemukan barang bukti 1 poket putih yang diduga sabu dengan berat 28 gram beserta plastiknya. Tidak hanya itu, ditemukan juga 1 poket plastik klip berisi 179 butir pil warna hijau yang diduga Extacy dengan berat keseluruhan 23,10 gram.

“Kemudian dilakukan upaya paksa terhadap tersangka SA pada Jum’at, 19 Februari 2021 sekitar pukul 07.30 WIB di dalam rumah kos Petemon Surabaya,” ujar Iptu Danang.

“Saat dilakukkan interogasi, tersangka SA mengaku mendapatkan perintah dari Z (bandar) yang diduga berada di salah satu lapas di Jawa Timur,” tambah Danang.

Upah SA yang diberikan oleh Z, setiap kali mengambil dan mengantarkan sabu sebesar Rp. 2.000.000, per 100 gramnya, sedangkan untuk Extacy dia mendapatkan upah Rp. 10.000, per butirnya.

“Tersangka ini sudah 4 kali berkerja sama dengan Z, menerima dan mengambil barang ranjauan,” tandas Iptu Danang. /Npr/Red