Walikota Kediri Lantik Sekda Kota Kediri Definitif Gantikan Siswanto plt

KEDIRI, Berita TKP – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar resmi melantik Bagus Alit menjadi Sekda Kota Kediri definitif di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Senin (1/3/2021) pukul 10.00 WIB.

Bagus Alit resmi menggantikan Siswanto. “Semoga bisa berkolaborasi dan bisa menerima amanah ini dengan baik. Dan bisa membantu saya dan OPD secara penuh, ” ujar Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Walikota Kediri memilih Bagus Alit sebagai Sekda Kota Kediri karena sudah bekerja lama, nilainya tinggi dan banyak hal yang dinilai secara keseluruhan dan saya secara pribadi juga menilai “Dengan dipilihnya Bagus sebagai Sekda, Mas Abu berharap sekda baru nanti lebih kolaboratif dan komunikasinya terbangun dengan baik kepada internal Pemda maupun eksternal dengan masyarakat juga para stakeholder, ” harap Mas Abu.

PR baru dalam waktu dekat buat Sekda yang baru terkait penanganan covid-19, di Kota Kediri banyak PR dari Presiden Jokowi yang harus dilakukan, disusul juga program-program yang ada di Kota Kediri tetap harus ada restrukturisasi anggaran itu yang utama.

Disingung terkait pertumbuhan ekonomi minus. Upaya yang dilakukan Pemkot Kediri yang dilakukan perkuatan disisi UMKM nya dan akan kita topang dan kita bangkitkan kembali sektor UMKM “Karena hampir semua daerah merasakan ini, tapi kemiskinan dan pertumbuhan minus masih bisa dicover, hal ini terjadi karena pandemi covid-19, ” imbuhnya.

Sementara itu, Bagus Alitb pada media menuturkan tetap fokus terkait penanganan covid-19 dengan cara percepatan vaksinasi dan PPKM serta protokol kesehatan ditegakkan dengan 5M yakni, Makai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak, Menjauhi kerumanan dan Mobilitas dikurang “Insya Allah dengan cara itu bisa memutus mata rantai penyebaran virus dan covid bisa cepat mereda.

Seiiring dengan meredanya covid kita berharap pertumbuhan ekonomi kota Kediri bisa berjalan dengan baik dan percepatan penyerapan dana APBD untuk membiayai perekonomian di Kota Kediri.”Di Kota Kediri untuk penerapan di lapangan dilakukan pemetaan wilayah mulai tingkat RT. Kita memiliki aplikasi sigap namanya, dimana pasien penderita covid di tingkat RT bisa dipetakan untuk pengawasannya menjadi lebih mudah.

Disingung terkait percepatan penyerapan anggaran. Lanjut Bagus yang pasti akan dimulai proses pengadaan akan dipercepat sehingga penyerapan anggaran bisa terjadi sebagaimana mestinya.

Ditanya terkait kesulitan OPD menginput data ke aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Bagus menegaskan, bahwa sebetulnya kalau masalah aplikasi oleh Mendagri kita diberikan pilihan bisa menggunakan aplikasi lama, tapi tetap diinput ulang ke SIPD yang dilakukan paralel.

Sementara ini yang kita gunakan dengan Simda nanti kalau SIPD nya sudah normal kita input ulang di SIPD sambil menunggu berjalan normal.(mur/HMS)