Semarang, BeritaTKP.Com – Seorang anak berinisial  J ,39, yang mengadukan ibu kandungnya  ke Polrestabes Semarang atas dugaan pemalsuan surat akhirnya buka suara. Saat diminta tanggapan soal pernyataan ibunya kemarin, J yang disebut menggugat ibunya setelah minta warisan itu tak bersedia bicara banyak.

Ibu yang dipolisikan anak kandungnya di Semarang

“Sementara saya nggak gubris. Saya lebih baik diam karena tidak sesuai fakta,” kata J singkat, Kamis (4/3/2021).

J tidak menjelaskan fakta apa yang dimaksud. Namun ia kembali menegaskan jika yang disampaikan ibunya menurutnya, tidak sesuai fakta. Ia berencana akan memberikan keterangan lebih lanjut di lain hari.

Ibu J, Meliana W ,64, meratapi nasibnya yang diadukan ke Polrestabes Semarang oleh anaknya sejak Desember 2020. Meliana diadukan dengan pasal 263 KUHP ayat 1 dan 2 serta pasal 266 KUHP. Dalam perkara itu sebenarnya belum ada kerugian material.

“Pasal 263 ayat 1 dan 2, tentang surat palsu. Menurut saya ini tidak masuk karena klien saya ini tidak memalsu. Pasal 266 yaitu menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam fakta otentik yang menimbulkan kerugian. Namun dalam hal ini, ini kan sedang digalakkan restorative Justice,” ujar Deddy Gunawan, kuasa hukum Meliana, Rabu (3/3) kemarin.

Deddy menjelaskan, kasus ini berawal dari dua bidang tanah di kawasan Gajahmungkur, Semarang, yang akan diberikan kepada anak pertama Meliana, bernama Tommy. Kemudian datang wanita berinisial R yang merupakan teman almarhum suami Meliana menawarkan bantuan.

“Dua bidang tanah kecil, 220 meter dan 221 meter persegi, sertifikat atas nama Pak Sardjono, almarhum suami Bu Meliana. Bu R ini teman dari suami Bu Meliana,” ujar Deddy.

Namun dalam surat akta waris itu hanya ada tercantum satu ahli waris yakni anak pertama Meliana, padahal dia memiliki empat anak. Menilai ada kejanggalan, lalu ia berupaya mengembalikan akta waris itu menjadi atas nama suaminya.

“Begitu tahu itu, Bu Meliana langsung suruh membatalkan akta waris itu sehingga dinyatakan tidak berlaku. Sehingga nama akta itu kembali ke nama Pak Sardjono, sehingga tidak ada kerugian materi (pelapor) dan namanya sudah kembali lagi,” jelasnya.

Namun Meliana sudah diadukan oleh anak ketiganya yakni J ke Polrestabes Semarang. Upaya kuasa hukum untuk mediasi J juga sudah berjalan, tapi hasilnya buntu. J disebut meminta warisan kepada Meliana.

“Ketika kami mencoba mediasikan, Ibu Meliana menolak (memberi warisan) karena masih hidup. Kalau memang mau ya ini kami berikan sertifikat, hak dia senilai Rp 1 miliar, itu yang akan diberikan kepada J. Namun J tidak ada tanggapan dan cenderung menantang bagaimana proses ini dilanjutkan sampai ke peradilan,” pungkas Deddy.  /Npr/Red