Kediri, BeritaTKP – Pascatragedi berdarah di kamar 421 Hotel Lotus Garden Kediri, pihak kepolisian Kota Kediri masih terus bekerja keras menyelidiki tewasnya gadis asal Bandung pada Minggu (28/2/2021).

Dalam konperensi pers dihalaman Mapolres, Jumat (05/03), Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo .S.I.K menyampaikan ini Pelaku pembunuhan MY (16) warga Kota Bandung Jawa Barat ditemukan meninggal di Kamar Hotel 421 Hotel Lotus Garden Kota Kediri, akhirnya berhasil dibekuk anggota Resmob Satreskrim Polres Kediri Kota, Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur kepada RP (23) warga Desa Leran Kulon Kecamatan Palang Kabupaten Tuban karena hendak melawan.

Kerja keras anggota kami dari Reskrim Polres Kediri Kota dalam mengungkap kasus pembunuhan ini rupanya akan dikembangkan. Terbukti adanya prostitusi online dengan menggunakan aplikasi, dan para perempuan rata – rata masih di bawah umur. Koordinasi dengan pemerintah kota akan dilakukan untuk bersama – sama mengantisipasi agar tidak terulang.

Hasil rekaman CCTV dari sejumlah titik anggota kami kemudian berkoordinasi dengan Samsat terkait kendaraan Honda Vario warna putih bervariasi merah. “Dari rekaman CCTV kemudian dianalisa dan akhirnya identitas pelaku berhasil diketahui dari data order di ojek online.”

Bahwa pelaku usai memesan korban untuk berhubungan badan dengan kesepakatan harga Rp. 750 ribu. “Namun usai berhubungan badan, ternyata pelaku hanya membawa uang 300 ribu. Akhirnya terjadi keributan, kemudian korban disekap dan lehernya dicekik kemudian pelaku menusuk korban dengan pisau yang selalu dibawa sebanyak tujuh kali tusukan di tubuh korban, pelaku sempat keluar namun kembali lagi karena pisaunya ketinggalan di kamar.”

Selain pelaku, juga diamankan D (22) kekasih korban dan R (40) ternyata adik kakak sebagai mucikari yang turut atas kasus prostitusi di bawah umur. “Sebelumnya kita telah tetapkan kedua mucikari kakak beradik ini sebagai tersangka. Kemudian pelaku berhasil kita amankan di kamar kost berada di Desa Kwadungan Ngasem,”

Adapun barang bukti yang diamankan satu bantal putih, pisau dapur warna silver sama kain lap warna kotak – kotak, satu buah helm warna oranye, celana jins warna hitam, jaket warna hijau, satu buah tas slempang warna merah, satu buah masker warna biru dongker dan satu unit handphone.

Pelaku bakalan dijerat pasal 340 KUHP dan Pasal perlindungan anak dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (Mur)