Surabaya, BeritaTKP.Com -Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membantu pedagang yang belum mendapat tempat berjualan sejak pasar tersebut terbakar belasan tahun yang lalu.

Pasar Turi Surabaya

“Pedagang minta Pak Eri bisa mengawal pedagang masuk ke Pasar Turi,” ungkap Koordinator Pedagang Pasar Turi Amirudin di BG Junction, Surabaya, Jumat 5/3/2021.

Menurutnya, para pedagang mengalami musibah dengan terbakarnya Pasar Turi pada 2007. Usai kebakaran tersebut, pedagang sudah dimintai bayaran untuk pembangunan stan yang baru. Masing-masing pedagang sudah membayar antara ratusan juta hingga miliaran rupiah.

“Namun hingga kini pedagang belum bisa masuk ke dalam Pasar Turi,” pungkasnya.

Ia mengatakan, ada sekitar 6.600 stan di gedung Pasar Turi yang baru. Sedangkan pedagang lama berjumlah sekitar 3.578 orang dan pedagang baru sekitar 2.000 orang.

Amirudin mengatakan, dengan adanya pertemuan ini, pihaknya ingin menyatukan seluruh pedagang di Pasar Turi. Hal ini menyusul banyaknya paguyupan pedagang di Pasar Turi.

“Kalau pedagang tidak bersatu maka sulit bisa masuk Pasar Turi,” ujarnya.

Bahkan dalam pertemuan tersebut, pihaknya sudah mengundang Wali Kota Eri Cahyadi dengan harapan bisa menyelesaikan masalah di Pasar Turi. Hanya saja, Wali Kota Eri  tidak bisa hadir.

Amirudin mengatakan pihaknya  memberikan kepercayaan kepada Eri Cahyadi untuk bisa menyelsaikan Pasar Turi. “Jadi ke depannya Pasar Turi ini nanti diberikan ke investor atau dikelola pemkot sendiri,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap Eri Cahyadi bisa memanggil investor Pasar Turi. Sampai saat ini, kondisi Pasar Turi belum stabil meskipun ada sedikit aktivitas pedagang di lantai satu.

Sekretaris Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya Mahfudz sebelumnya mendesak Pemkot Surabaya segera menyelesaikan nasib pedagang Pasar Turi hingga saat ini masih ada yang terlantar. Ia mecatat ada ribuan pedagang Pasar Turi yang nasibnya masih belum jelas.

Mahfudz mendesak pemkot untuk segera menyelesaikan nasib pedagang Pasar Turi agar bisa menggunakan stan dagangannya. Hal itu tentu, diperlukan keseriusan dari Pemkot Surabaya untuk menyelesaikannya.  SH/Red