Surabaya, BeritaTKP.Com – Harga daging ayam dan telur mengalami kenaikan jelang bulan suci  Ramadan. Meski demikian Dinas Peternakan Jawa Timur (Disnak Jatim) menyebut kalau stok dua komoditas ini masih surplus.

“Stoknya masih aman dan kenaikannya masih dalam batas kewajaran,” kata Plt Kepala Dinas Peternakan Jatim Mohammad Gunawan Saleh.

Ilustrasi penjual ayam

Dari data Disnak Jatim, untuk daging ayam stok awal dan pengadaan pada bulan April ada 43.406 ton. Sementara kebutuhan untuk di Jatim maupun luar Jatim sebanyak 30,256 ton. Untuk telur ayam ras stok awal dan pengadaan pada bulan April sebanyak 54.766 ton. Sedangkan kebutuhan untuk di Jatim dan di luar Jatim ada 32.172 ton.

Gunawan meminta masyarakat tidak perlu risau terkait ketersediaan daging ayam dan telur di Jatim, karena stoknya surplus. Menurutnya, meskipun ada kemungkinan terjadi kenaikan tetapi masih terjangkau. “Kami berharap ketersediaan yang cukup ini tidak menimbulkan gejolak harga yang mencolok,” ujarnya. Disnak Jatim bertugas menjaga suplai agar tidak kekurangan stok yang menyebabkan harga naik. Kalau saat ini mengalami kenaikan, berarti dikarenakan harga psikologis bukan karena stok.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga daging ayam dan telur yang di luar kewajaran, Disnak Jatim bekerja sama dengan Disperindag Jatim. Mereka aktif menggelar operasi pasar yang sudah terjadwal dengan baik. Selain itu juga mengirim surat ke dinas peternakan kabupaten dan kota untuk melakukan pengawasan.

“Kami memiliki pengawas yang tersebar di seluruh Jatim. Tugasnya melakukan pemantauan, pemeriksaan hingga pengawasan produk ternak yang beredar di pasaran,” ujarnya. /Npr/Red