Jember, BeritaTKP.Com – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Menengah Pertama Kabupaten Jember, Jawa Timur, Syaiful Bahri, mengatakan tuntutan masyarakat agar pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan sangat tinggi.

Syaiful Bahri, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Menengah Pertama Kabupaten Jember.

Pelaksanaan pembelajaran sekolah secara daring, ada banyak kendala yang muncul. Salah satunya jaringan internet. Para siswa yang tinggal di kawasan pinggiran Jember mengalami kesulitan belajar daring.

Para guru kemudian berupaya agar para siswa yang kesulitan pembelajaran daring tetap bisa mengikuti pembelajaran. “Kita datangi rumahnya, ternyata si anak tidak ada di rumah. Main. Ada yang kita datangi ke rumahnya, ternyata tidur. Sampai orang tua angkat tangan, bagaimana mengatasi semacam ini,” ujar Syaiful.

Terlalu lamanya pembelajaran daring, menurut Syaiful, membuat upaya mengembalikan mental dan kemauan siswa untuk bangun pagi dan bersekolah tatap muka nantinya akan sangat sulit. “Mereka sudah terbiasa dengan kebebasan. Kalau (pelajaran) daring tak bisa dibuka pagi, bisa dibuka sore,” ujarnya.

Guru sendiri sudah rindu mengajar. “Guru-guru kangen dengan muridnya. Ini kan hubungan psikologis dengan mereka tidak ternilai,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono. AR/Red