Gresik, BeritaTKP.Com – Kapal Roro (Roll On-Roll Off) gagal diselundupkan oleh salah satu perusahaan penyebrangan di Surabaya. Penggagalan ini dilakukan petugas gabungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Gresik.

Petugas berfoto bersama di atas kapal Roro yang diselundupkan.

Kepala KPPBC Gresik Bier Budi Kismuljanto menyatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini berkat kerja sama dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik dan juga Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

Kapal bekas yang diberi nama Revo 8 buatan tahun 1989 itu, diselundupkan oleh PT Trimitra Samudra dari Jepang pada Bulan Maret 2020 lalu.

Awal mula pihaknya mendapatkan informasi ada kapal impor masuk ke wilayah Gresik melalui KSOP Gresik.

Oleh petugas Bea Cukai Gresik, informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyisiran dan ditemukan kapal sedang docking di galangan PT Indonesia Marina Shipyard (IMS).

“Setelah mengetahui keberadaan kapal, petugas kami mulai melakukan penyelidikan dan konfirmasi dokumen kapal,” ujar Bier, Selasa (13/4/2021).

“Dalam aturan Permendag itu diatur, kapal yang boleh dilakukan impor berusia maksimal 20 tahun dan memiliki berat 1.000 ton. Jika itu dilanggar, pelakunya bisa dikenakan sanksi denda hingga pidana,” ujar Bier.

“Saat kami menyidik kasus ini, sempat ada upaya intervensi dari beberapa pihak. Namun kami tetap lurus hingga bisa menjerat tersangka, Direktur PT TS berinisial JAK dan kasus ini siap untuk dibawa ke pengadilan,” ujar Heru.

Kepala KSOP Gresik Capt Dwi Yanto, mengapreasiasi kecepatan Bea Cukai Gresik dalam menggagalkan penyelundupan kapal Roro, yang dinilai menyelamatkan masyarakat pengguna kapal Roro dari ancaman bahaya di laut. AR/Red