Gresik, BeritaTKP.Com – Untuk menjamin akses permodalan petani di Jawa Timur, PT Petrokimia Gresik, menggandeng Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Surabaya dalam program Agro Solution.

Penandatanganan MoU Petrokimia Gresik dan BRI.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo di Gresik, Kamis, menyatakan melalui Program Agro Solution pihaknya berupaya mendongkrak produktivitas pertanian dan perkebunan, khususnya di Jawa Timur, sebagai penghasil padi dan tebu tertinggi nasional.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni 9.580.933,88 ton pada 2019. Hanya saja, capaian itu tidak lebih besar jika dibandingkan produksi padi Jawa Timur tahun 2018 sebesar 10.203.213,17 ton.

Begitu juga dengan tebu, dari total produksi tebu nasional tahun 2020 sebanyak 2.130.700 ton, produksi tertinggi berasal dari Jawa Timur, yaitu mencapai 979.000 ton.

Namun demikian angka itu menurun dari tahun sebelumnya, dimana produktivitas tebu nasional tahun 2019 mencapai 2.258.200 ton, dan Jawa Timur mencapai 1.083.600 ton.

“Ketidakstabilan produktivitas ini terjadi karena petani masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kesulitan akses permodalan,” ujar Dwi.

Dwi menyatakan, melalui kerja sama ini diharapkan bisa membantu petani dan BRI Kantor Wilayah Surabaya bisa memberikan jaminan permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Petani.

Dwi menerangkan dalam program ini Petrokimia Gresik bertugas menyediakan pupuk non-subsidi berkualitas, kemudikan melakukan kawalan budi daya, kawalan pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) melalui anak perusahaan, yaitu Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku, serta layanan Mobil Uji Tanah (MUT) agar petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. AR/Red