Kades Kelurahan Ngronggot Nganjuk Dilaporkan Warganya Terkait Sertifikat Tanah

Kwitansi Bukti Pembelian Tanah
Kwitansi Bukti Pembelian Tanah

Nganjuk, Berita TKP – Kades Heri Purwanto Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, dilaporkan warganya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, Senin siang 19 April 2021, Kades Heri Purwantodiduga melakukan penipuan dan penggelapan dalam hal pengurusan sertifikat tanah.

Tiga warga Desa Klurahan yang mendatangi posko pengaduan Kejari Nganjuk di Jalan Dermojoyo, sekitar pukul 11.00 WIB adalah Nuril Huda, Mahrom Rohmadi dan Indratul Khusna

Salah satu pelapor Nuril mengaku mempunyai bukti kuitansi, bahwa ia telah membayar biaya jasa pengurusan sertifikat lahan berupa tanah dan rumah miliknya, seluas 70 ru, sebesar Rp 5.675.000.

Bukti kuitansi pengurusan sertifikat tanah yang ditandatangani Heri Purwanto diserahkan ke Kejari Nganjuk Pada kuitansi tertulis pemberi uang adalah Siti Masbidah, istri Nuril. adapun penerimanya tertulis atas nama Heri P, lengkap dengan tandatangan berikut keterangan tempat dan waktu yakni di Klurahan, 17 September 2015, uang tersebut telah diserahkannya kepada Kades Heri. Namun sampai saat ini, sertifikat tanah yang dijanjikan tak kunjung jadi “Saya datang ke kejaksaan ini untuk melaporkan kepala desa Heri Purwanto, karena sudah lima tahun sertifikat (tanah) tidak jadi-jadi.”

Hal senada diungkapkan Mahrom Rohmadi, pelapor kedua, yang mengaku juga menjadi korban penipuan sang kades bahkan, ia menyebut telah mengurus sertifikat tanahnya seluas 112 ru melalui Kades Heri sejak 2011 “Mulai pertama pak kades menjabat tahun 2011, waktu itu saya membayar Rp 3,5 juta tapi sampai sekarang nggak jadi-jadi. Setiap saya tanya katanya masih proses-proses.”

Kejaksaan Tinggi Nganjuk
Kejaksaan Tinggi Nganjuk

Adapun pelapor ketiga, Indratul Khusna, juga mengaku telah membayar Rp 3 juta kepada Heri Purwanto, untuk bisa membantu penerbitan sertifikat lahannya seluas 100 ru namun akhirnya, ia juga mengalami nasib sama seperti Nuril dan Mahrom.

Ketua LSM MapakPriono yang mendampingi ketiga warga Desa Klurahan itu menambahkan, dalam perkara pengurusan sertifikat tanah ini, Kades Klurahan Heri Purwanto diduga kuat telah melakukan penipuan terhadap warganya sendiri “Selain tiga orang korban ini, sebenarnya masih banyak lagi warga Desa Klurahan lainnya yang mengalaminya. Tapi mereka takut dan ewuh-pakewuh dengan Kades,” ujar Priono.

Berbekal sejumlah barang bukti yang turut dibawa para korban, Priono meyakini pihak Kejari Nganjuk akan bisa secepatnya memproses perkara ini “Petunjuknya sudah jelas dan gamblang. Saya mendesak kejaksaan segera proses dan tangkap itu Kades Heri Purwanto,” selorohnya.

Beberapa waktu lalu, sebelum dilaporkan oleh warganya ke Kejari Nganjuk, Kades Heri tercatat pernah memberikan keterangan kepada media.

Heri saat itu beralasan, lamanya proses pengurusan sertifikat tanah warganya karena kendala administrasi. Ia mengaku menunggu kekurangan persyaratan dokumen KK dan KTP dari beberapa pihak. Itu disebutnya karena asal-usul tanah warisan, yang kemudian dijual dan dipecah menjadi empat bagian. (Dlg)