Ponorogo, BeritaTKP.Com – Satlantas Polres Ponorogo melakan penindakan terhadap endaraan over tonase atau kelebihan yang bisa membahayakan si pengendara sendiri maupun orang lain. Dalam sehari, data dari Satlantas Polres Ponorogo berhasil menindak 18 truk dan 4 pickup yang kedapatan membawa barang yang berlebih.

Petugas Satlantas Polres Ponorogo memberhentikan truk yang muatannya berlebih

“Dalam sehari ini, kami menindak 18 truk dan 4 pickup yang diketahui kelebihan muatan atau over tonase,” ucap Kanit Turjawali Satlantas Polres Ponorogo Ipda Aris Wibawa.

Dari 18 truk yang ditindak, sebagian besar adalah truk yang memuat truk pasir. Truk pasir tersebut over dimensi sehingga membuat muatannya berlebih. Selain itu truk pasir itu juga tidak ditutupi terpal. Sehingga berpotensi pasir terbang mengenai kendaraan di belakangnya.

“Selain over tonase truk pasir yang ditindak ini juga tidak dilengkapi terpal untuk menutupi pasir yang dibawa. Biasanya mereka melintas di Kecamatan Jenangan, Ponorogo maupun Siman,” ungkapnya.

Selain truk pengangkut pasir, petugas juga menindak truk yang memuat kayu dalam jumlah banyak. Sehingga dengan kasat mata, kayunya menjulang tinggi melebihi bak truk itu sendiri. Muatan seperti itu berbahaya jika kendaraan tersebut berubah arah atau belok. Selain itu Satlantas juga menindak truk yang memuat merang atau kulit padi yang juga menjulang tinggi. Ini juga sangat membahayakan, karena bisa menyangkut kabel listrik maupun telepon. Selain itu juga rawan terguling ketika bermanuver.

“Sementara untuk kendaraan pickup, kebanyakan mereka menggunakan alasan klasik, dengan membawa muatan berlebih, akan mempermurah biaya angkut yang dikeluarkan,” ungkapnya.

Aris menyebut apapun alasan dari pemilik kendaraan tentang over muatan tersebut, tidak ditolelir oleh pihaknya. Sebab, over muatan itu awal mula kecelakaan terjadi. Tentu selain merugikan diri sendiri, juga bisa merugikan untuk pengendara lain yang kebetulan lewat bersamaan.

“Kendaraan over tonase atau kelebihan muatan ini rawan kecelakaan. Kami menghimbau kepada pemilk kendaraan untuk patuh dengan kemampuan kendaraan sesuai standar beban yang dibawa,” pungkasnya. SH/Red