Surabaya, BeritaTKP.Com – Polsek Genteng melakukan penggrebegan kepada terduga pelaku penyalahgunaan narkoba di Kedung Anyar Surabaya. Bahkan, petugas yang memperoleh laporan masyarakat bahwa disinyalir kos elit dipakai buat tempat transaksi narkoba.

Para pelaku yang diamankan petugas kepolisian termasuk satu pelaku merupakan DJ di Kota Surabaya.

Kanit Polsek Genteng, Iptu Sutrisno menjelaskan, laporan masyarakat menyebutkan adanya kos elit dipakai buat tempat tinggal bandar narkoba. Bahkan, disinyalir kos tersebut juga menjadi transaksi sekaligus tempat aman buat memakai sabu – sabu.

“Awalnya kos elit ini jadi tempat mencurigakan karena gerak-gerik penghuni kos. Dugaanya menurut keterangan saksi ada tempat transaksi atau tempat memakai. Selanjutnya kita grebeg dan benar ternyata ada bandar yang tinggal di tempat tersebut,”pungkasnya.

Lebih lanjut Iptu Sutris menjelaskan, usai digrebeg ternyata ada pelanggan yang juga tinggal di kos elit harga Rp 1 juta lebih per bulan ini. Kemudian petugas melanjutkan pemeriksaan dan benar ada pelaku lain yang kedapatan memiliki narkoba jenis sabu sekaligus alat bong.

Pelaku yang diketahui bernama Angga Reza Kurniawan ,27, berprofesi sebagai DJ (disk jockey) pun diciduk petugas Reskrim Polsek Genteng. Karena kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu di tempat kos Jl Kedung Anyar I, petugas juga mengamankan lima pelaku lain dengan total pelaku yang diamankan adalah enam orang.

Selain DJ Angga, polisi juga mengamankan Tri Dede Tornando ,27, warga Sidoarjo, Herlina Wiwin Hanifah ,29, dan Wawan Fitrach Anugrah ,26, keduanya warga Surabaya. “Saat itu di dalam kamar ada Tri Dede, Herlina Wiwin dan Wawan Fitrach serta Dwi Maniar (tukang cuci/ loundry kos). Petugas yang melakukan penggeledahan menemukan pipet alat hisap sabu bekas pakai dan sejumlah sabu dalam paketan siap edar,” Sutrisno.

Tri Dede yang diinterogasi di dalam kamar menyebut nama DJ Angga penghuni kamar nomor 21 sering beli darinya. Petugas langsung menuju kamar yang dimaksud dan mengamankan DJ Angga bersama pacarnya, Sumaida Syairifah alias Rita alias Bianca. Polisi juga menemukan sejumlah sabu dalam plastik kecil siap pakai di kamar ini.

Kanit reskrim juga menjelaskan dari pengungkapan kasus ini pihaknya mengamankan barang bukti 3 unit timbangan digital, 2 perangkat alat hisap sabu (bong), 3 pipet kaca, 1 ponsel, 1 tas slempang dan sabu total berat keseluruhan 4,66 gram.

Dalam proses penyidikan, Dwi Maniar (tukang cuci) akhirnya dilepas karena hanya kebetulan berada di lokasi saat penggerebekan. Uniknya Sumaida Syairifah ikutan juga dilepas walaupun disebut-sebut sering mengkonsumsi sabu bareng pacarnya, DJ Angga. Pelepasan dua pelaku ini dijelaskan Kanit Reskrim lantaran keduanya adalah saksi bukan tersangka.

“Benar ada dua yang kita lepas karena statusnya saksi. Benar saksi (bukan kurang bukti, red). Kita akan sangkakan pasal 112 Jo 114 dengan dugaan sebagai pengedar lantaran masih memiliki sabu,” pungkasnya. SH/Red