Nani Apriliani Nurjaman Pengirim Sate Ayam Maut
Nani Apriliani Nurjaman Pengirim Sate Ayam Maut

Majalengka, Berita TKP – Polisi telah menangkap NA, wanita pengirim takjil sate ayam beracun sehingga meninggalnya anak seorang tukang ojek online. Kini foto pribadinya beredar luas di media sosial. Tampak, NA memiliki paras yang cantik dan berbodi ramping.

Salah satu warganet yang mengunggah potret tersebut ialah akun jejaring media sosial Instagram @Manaberita. Dalam caption unggahan tersebut, dia menjelaskan sejumlah informasi terkait peristiwa yang menewaskan seorang bocah.

“Pengirim sate ayam mengandung racun bernama NA atau Nani Apriliani Nurjaman (25) alias Tika beralamat KTP Desa Buniwangi, Kecamatan Palasan, Majalengka, Jawa Barat, terancam hukuman mati. Motif pelaku karena sakit hati,” tulisnya, Senin (3/5/2021).

“Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya mengatakan, motifnya sakit hati karena ternyata target yakni T menikah dengan orang lain,” sambungnya.

Kemudian dalam postingan tersebut, dia mengunggah foto seorang wanita diduga sebagai NA pelaku takjil sate beracun yang tewaskan anak driver ojol.

Polisi akhirnya berhasil menangkap NA atau Nani Aprilliani Nurjaman (25 tahun). Menurut keterangan Polisi, Nani merupakan warga Majalengka, Jawa Barat. Dia diamankan usai empat hari Polisi menyelidiki kasus tersebut.

“Setelah lidik empat hari, berhasil mengerucut kepada seseorang dan pada hari Jumat 30 April 2021, kami berhasil mengamankan NA, seorang pekerja swasta asal Majalengka,” kata Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria saat jumpa pers di Mapolres Bantul.

Saat ditangkap, Nani tak melakukan perlawanan. Pengirim takjil beracun itu disergap di sebuah rumah, di Potorono, Kapanewon Banguntapan, Bantul. “Ditangkap di Potorono, di rumah dan tersangka tinggal sendiri,” ujarnya.

Saat ini, kata Burkan, untuk Nani telah ditahan di Polres Bantul. Hal itu karena polisi masih memintai keterangan untuk penyelidikan lanjutan.

Tak cuma menangkap Nani, aparat juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dua unit motor matik, sepasang sandal, uang tunai Rp30 ribu, kunci motor dan satu buah helm berwarna merah.

“Kemudian ada beberapa plastik kombinasi garis merah berisi 6 tusuk sate dan saus kacang. Kalau uang Rp30 ribu itu yang dipakai untuk bayar ojolnya,” katanya. (LJ/Shu)