Surabaya, BeritaTKP.Com –  Pelaku pembobol kos Berinisial NAM ,34, berhasil diamankan di Mapolsek Tandes, usai dua betisnya ditembak oleh Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Tandes.

Tindakan tegas itu diberikan karena  tersangka berusaha kabur saat akan diamankan usai melalukan aksi pembobolan di indekos Anjelita Akirna Prameysella, 20, di Jalan Manukan Lor Gang II-B Nomor 2, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya.

Kapolsek Tandes Kompol Hendry Ibnu Indarto melalui Kanit Reskrim Ipda Gogot Purwanto mengungkapkan, tersangka Nurindra ditangkap di Jalan Darmo Indah, depan kantor Imigrasi, Rabu (5/5) sekitar pukul 13.00 wib.

Pelaku yang berhasil diamankan usai dua betisnya ditembak oleh Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Tandes.

Pria asal Jalan Bambang Yuwono, Gondang Kulon, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, itu sebelum ditangkap sempat menyuruh ibu-ibu penjaga warkop untuk menjualkan kalung emas seberat 2,3 gram di toko emas Manukan. Dia menunggu di warkop sekitar kantor imigrasi.

Setelah ibu-ibu sampai di toko emas, bertemu dengan karyawan toko. Usut punya usut, karyawan tersebut adalah korban. “Begitu tahu kalung emasnya mau dijual, korban langsung menginterogasi dan pulang mengecek kosnya. Ternyata benar dibobol maling dan kalung tersebut kalungnya,” jelas Gogot, Kamis (6/5).

Beberapa saat kemudian, korban kembali menginterogasi ibu-ibu tersebut dan melapor ke polisi yang sedang patroli di sekitar toko emas. “Kemudian ibu-ibu tadi dikeler dan menunjukkan tersangka. Akhirnya tersangka kami tangkap,” lanjutnya.

Saat hendak dikeler mengambil barang bukti, lanjut Gogot, tersangka mencoba kabur. Polisi terpaksa menembak kedua betis tersangka. “Tersangka ini residivis kasus serupa. Dahulu kami tangkap karena bobol kos. Keluar dari Tandes, bobol lagi,” pungkasnya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka memang sudah beraksi tiga kali. “Modusnya tersangka membobol kos-kosan kosong yang ditinggal kerja atau keluar oleh korbannya. Dia memakai obeng untuk merusak pintu,” pungkas Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Tandes. SD/Red