KPK Tetapkan Bupati Nganjuk Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Jual Beli Jabatan

Nganjuk, BeritaTKP – KPK akhirnya menetapkan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto,mengungkapkan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat ke lembaganya pada Maret lalu.

Dua institusi ini sama-sama mendapat laporan dari masyarakat dan setelah melewati komunikasi dan koordinasi keduanya sepakat kasus ditangani Polri.

Salah satu alasannya, menurut Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, karena Bareskrim Polri lebih maju dalam penyelidikan “Hasil komunikasi dan koordinasi ternyata saksi-saksi dan dokumen-dokumen pendukung yang dimiliki oleh kami menurut satgas “rumputnya lebih tinggi” sehingga pada saat itu secara intens dilakukan komunikasi dan diputuskan untuk Bareskrim yang dikedepankan,” ucap Agus dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Senin (10/5/2021).

Diakuinya bahwa KPK duluan yang menerbitkan surat penyelidikan yaitu pada 13 April. Bareskrim baru menerbitkan pada 16 April.

Kendati demikian, Agus mengatakan, penyelesaian perkara ini di Bareskrim merupakan bentuk kerja sama dalam penanganan tindak pidana korupsi “Ini juga adalah semangat koordinasi dan kerjasama yang memang terbangun menjadikan Bareskrim dan KPK kemudian sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam rangka penanggulangan tindak pidana korupsi, Untuk menghindari tumpang tindih, dilakukan koordinasi. Ada 4 kali. Bersepakat akan dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pulbaket maupun penyelidikan. KPK akan support penuh terkait data dan informasi. Pelaksanaan di lapangan dilaksanakan bersama-sama.”

Polisi bukan hanya menetapkan tersangka pada Novi Rahman namun sejumlah Camat yang diduga memberikan hadiah kepada Bupati Novi juga ditetapkan sebagai tersangka diantaranya adallah Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom dan sebagai Plt Camat Sukomoro Edie Srijato, dan Camat Berbek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio, Mantan Camat Sukomoro, Tri Basuki Widodo, dan ajudan Bupati Nganjuk, M Izza Muhtadin.

KPK kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang Rp 647.900.000 dan delapan unit telepon genggam dan satu tabungan Bank Jatim.

Penyidikan akan dilanjutkan oleh penyidik Dit Tipidkor Bareskrim Polri dengan dukungan dan kerja sama dari KPK, adapun Penyidik Dit Tipidkor Bareskrim Polri telah melanjutkan proses penyelidikan tersebut ke tahap penyidikan dengan menerapkan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b, Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke – 1 KUHP

Sekedar untuk diketahui pada Minggu (9/5) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB tim gabungan telah menangkap Bupati Nganjuk Novi Rahman bersama beberapa camat atas dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara berkaitan pada pengisian jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten.(Dlg)

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda