Jombang Kota Santri Tapi Surga Dunia Bagi Penjudi Sabung Ayam

Jombang, BeritaTKP – Kabupaten Jombang yang terkenal dengan Kota Santri ternyata Surga bagi pencari kemaksiatan, terutama perjudian sabung ayam dan judi dadu.

Para Aparat penegak hukum tutup mata dengan adanya kegiatan yang dikenal sebagai sampah masyarakat ini (perjudian), diduga ada main dan aliran dana upeti yang terus mengalir dengan adanya perjudian sabung ayam ini.

Seperti salah satu tempat perjudian sabung ayam dan dadu yang berlokasi di Ds. Tanggungan Kec. Diwek Jombang Jawa Timur malah dibeckingi oleh oknum anggota TNI aktif yang sudah sekian lama melakukan aktifitas melakukan perjudian dengan penjudi yang sebagian besar dari luar daerah Kabupaten Jombang, berkumpul dengan bebas tanpa menghiraukan protokol Kesehatan padahal ini era pandemi Covida apalagi perjudian ini telah berlangsung lama.

Aparat Penegak Hukum di Jombang Jawa Timur tutup mata dengan adanya perjudian sabung ayam ini, harusnya jajaran Kepolisian sebagai Garda terdepan terutama Polres Jombang yang memiliki wilayah hukum serta mengawal Disiplin Protokol Kesehatan melakukan tindakan tegas adanya perjudian ini namun yang terjadi malah sebaliknya seakan membiarkan pelanggaran itu berlangsung…ada apa ini..Diduga ada main api.

Kejadian yang sangat tragis dan mengenaskan terjadi pada saat sejumlah wartawanmelakukan peliputan sabung ayam yang diduga dijadikan ajang judi di Desa Tanggungan Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, namun tugas liputan ini dihalang halangi oleh oknum TNI AL bahkan wartawan ini mengalami perundungan dan Persekusi, wartawan di pukuli, disuruh lepas kaos dan kaos dibuang ke atas atap rumah, HP disita, tas disuruh mengumpulkan dan yang lebih parah lagi wartawan itu disuruh sujud tobat.

Salah satu teman korban mengungkapan pada Tim Ungkap Kasus dari berita TKP ” Benar mas ada wartawan dan rekannya datang pada beberapa hari lalu sekira pukul 13.00 Wib dua Wartawan dari Kabar Nusantara dan Bidik nasional dan satu anggota Garnisum investigasi ke salah satu sabung ayam. Mengetahui ada dua wartawan masuk, beberapa oknum anggota TNI menyita HP dan menyuruh sekaligus mendorong ke Luar dari lokasi,beberapa oknum tersebut memperlakukan kedua wartawan kurang manusiawi.tidak sampai di situ kedua wartawan juga sempat di pukuli, disuruh lepas kaos dan kaos dibuang ke atas atap rumah. HP disita, tas disuruh mengumpulkan dan yang lebih parah lagi kedua wartawan dan beberapa teman disuruh sujud tobat,Baru pada pukul 19.00 wib, mereka akhirnya dilepaskan setelah sebelumnya dipaksa foto sambil memegang uang Rp. 500 ribu dan membubuhkan tanda tangan di atas materi untuk tidak melakukan tuntutan apapun.”

sumber dari salah satu penjual makanan didalam kalangan perjudian yang tidak mau menyebutkan namanya membenarkan kejadian diatas ” Kasian mas kemarin ada wartawan yang ditangkap oleh tukang pukul sini…dibawa keluar arena sambil dipukuli…tahu sy hanya itu.”

Di waktu terpisah ketua PWI Kediri saat dikonfirmasi mengatakan mengutuk keras kejadian persekusi yang dilakukan oleh oknum TNI AL terhadap beberapa wartawan yang sedang melakukan tugas peliputan, apalagi kegiatan yang dilakukan oleh oknum TNI AL tersebut sudah melanggar hukum dan meresahkan masyarakat yang diduga membekingi perjudian sabung ayam, berharap dari pihak POM TNI AL benar benar mengusut tuntas oknum anggota nya yang melanggar hukum karena kejadian ini sudah mencoreng institusi TNI AL, begitu juga pihak kepolisian juga harus bertindak tegas karena di masa Pandemi ini masih ada saja pengumpulan masa dan melakukan perjudian dalamnya “Kami dari PWI Kediri akan mengawal terus sampai tuntas proses hukum ini hingga benar benar tegak berkeadilan, secara emosional kita sama sama jurnalis jika rekan kita ada yang mengalami kejadian persekusi atau tindakan kekerasan sekali lagi kami sangat mengutuk tindakan tersebut,” tegasnya.

Padahal perjudian tersebut jelas-jelas, melanggar Perda Provinsi Jatim no. 2 tahun 2020, tentang perubahan atas peraturan Daerah Provinsi Jatim no.1 tahun 2019, tentang penyelenggaraan, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, juga melanggar Pergub Jatim no. 53 tahun 2020, tentang penerapan Protokol Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Corona virus Disease 2019, bahkan sampai melanggar Inpres no.6 tahun 2020, serta melanggar KITAB UNDANG – UNDANG HUKUM PIDANA ( KUHP ) Pasal 303 tentang perjudian. (Dlg)

Download Apps BeritaTKP di Hp Anda