MALANG, BeritaTKP.Com Pelaku pembunuhan di Dusun Krajan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, masih menjalani pemeriksaan intensif dari pihak kepolisian di Unit II Tipiter Satreskrim Polres Malang, Pada Kamis (3/6/2021) malam.

Pelaku atas nama Ali Muddin ,38, tahun ini menyerahkan diri ke Polres Malang pada pukul tujuh malam usai mencekik leher mantan istrinya yang bernama Wiwik Lestari ,30, tahun. Keduanya sepakat bertemu di sebuah rumah kosong milik kerabat pelaku yang menjadi tempat kejadian perkara tersebut.

Sebelum mencekik sang korban, pasangan suami istri yang baru saja menjalani sidang perceraian itu sempat cekcok mulut dan bertengkar dikediaman nya. Dari hasil identifikasi Tim Inavis Satreskrim Polres Malang, korban mengalami luka lebam bekas pukulan ditangan dan di bagian tubuh lainnya.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menjelaskan, bahwa kejadian tersebut berawal saat korban yang sudah berproses sidang cerai dengan pelaku dan pergi keluar berdua pada sore hari. Hingga akhirnya, keduanya secara spontan memutuskan untuk berkunjung ke rumah kerabat pelaku yang ada di Dusun Krajan, Desa Gondanglegi Kulon.

Pelaku saat di introgasi oleh pihak kepolisian Kapolres Malang.

“Pelaku menjemput korban di rumah orangtuanya. Setelah itu mereka pergi berdua dan akhirnya berhenti di rumah kosong itu sekitar pukul 17.00 WIB. Ternyata, rumah itu adalah milik kerabat sang pelaku. Makanya dia bisa masuk ke rumah tersebut dengan sangat mudah dan tidak memicu kecurigaan warga sekitar,” ujar Hendri Umar, pada Kamis (3/6/2021) malam.

Menurut Hendri, cekcok tersebut disebabkan oleh sang pelaku yang mencurigai korban selingkuh dengan seseorang dan meminta bercerai kepada sang pelaku. Namun dari keterangan tersangka, korban bersikukuh tidak mengaku tentang tuduhan sang pelaku terhadapnya. Hingga cekcok tersebut semakin memanas hingga berujung pada kematian korban sekitar pukul 17.21 WIB.

“Mereka bertengkar. Dari adu mulut sampai baku pukul. Lalu pelaku mencekik korban. Dari situlah korban duduk tak berdaya. Dan korban akhirnya tewas seketika ditempat,” imbuhnya.

Sejauh ini, dari pernikahan Ali dan Wiwik, keduanya telah dianugerahi dua orang anak yang masih kecil. Hal itulah yang menjadi alasan keduanya masih sering pergi berdua. Meskipun, sudah dalam proses sidang perceraian tetapi kedua orang tersebut masih berhubungan dan sering keluar bersama.

“Jadi mereka berdua ini alasan hendak membelikan anaknya kue. Makanya masih sering jalan berdua. Padahal sudah dalam proses sidang perceraian. Hingga akhirnya, surat cerai mereka keluar pada tanggal 18 Mei 2021 lalu,” pungkasnya.

Korban diketahui meninggal dengan bekas luka cekikan dileher. Dan pelaku dijerat pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat 3. Tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. [AES/RED]