SURABAYA, BeritaTKP.Com Penjagaan pintu masuk arah Surabaya menuju Madura di pintu tol Suramadu semakin diperketat oleh petugas Kepolisian dan juga petugas Keamanan. Pengendara arus lalu lintas yang tidak beridentitas (KTP) Madura dilarang masuk ke Madura, Jawa Timur. Kebijakan ini diberlakukan terkait dengan meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 dengan adanya temuan virus varian baru yang mulai menyebar diberbagai daerah.

Proses penyekatan pengendara dari arah pintu masuk Jembatan Suramadu.

AKBP Ganis Setyaningrum, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak mengatakan di hari ke lima pasca penyekatan kendaraan di kawasan Suramadu semakin diperketat. Petugas kepolisian dengan dibantu Satpol PP menghentikan kendaraan yang bukan plat nomor M yang akan masuk ke jembatan Suramadu arah Madura akan diperintahkan untuk putar balik kembali ke Surabaya.

Namun jika harus melakukan perjalanan yang sangat penting dan mendesak maka akan diperbolehkan melanjutkan perjalanan dengan syarat dan ketentuan yang telah diberlakukan. Misalnya menunjukkan bukti surat perintah kerja dari perusahaan, atau melakukan panggilan video kepada keluarga yang berada disana jika kepentingan adalah kasus meninggal dunia.

“Di hari ke lima ini kami melakukan penyekatan dua jalur baik dari arah Madura ke Surabaya kini dari Surabaya menuju Madura. Hal ini untuk menekan angka penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

 Karena dari data yang diperoleh petugas per 9 Juni pukul 06.00 wib ada sebanyak 305 orang yang positif sedangkan yang positif PCR sebanyak 71 orang. Hal ini yang membuat kami makin tegas menegakkan aturan jika tidak ada kepentingan yang mendesak lebih baik putar balik da kembali ke Surabaya,” ungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak yang ditemui pada Rabu siang (9/6/2021).

Sementara itu berdasarkan dari data yang sudah dihimpun, data per Rabu pagi (9/6/2021) sebanyak 10.078 orang pengendara yang telah melakukan tes swab PCR dan tes rapid antigen hasilnya sebanyak 305 orang yang positif rapid antigen dan 71 orang positif swab PCR dan sisanya masih menunggu hasilnya dikeluarkan.

“Dengan adanya kenaikan angka positif apalagi dengan adanya temuan virus varian baru ini, kami menghimbau para masyarakat untuk mengikuti dan mematuhi peraturan protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah pusat. Selain itu kita terus melakukan sosialisasi untuk mencegah lebih banyaknya penyebaran dan saya harap tokoh masyarakat juga ikut serta dalam mensosialisasikan betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan jika para tokoh ikut andil maka akan lebih banyak didengarkan oleh masyarakat luas,” imbuhnya. [AES/RED]