BANYUWANGI, BeritaTKP.Com- Telah ditemukan Mayat seorang wanita tua yang tersangkut disungai. Mayat itu ditemukan sedang hanyut dan tersangkut di sungai yang berada di Kelurahan Tamanbaru.

Mayat itu pertama kali dilihat oleh seorang petugas kebersihan, yang hendak membersihkan tumpukan sampah pada aliran sungai, pada Rabu (9/6/2021).

“Dia melihat sosok yang awalnya dikira boneka yang sengaja dibuang oleh pemiliknya. Namun setelah dihampiri dan dipastikan dari dekat ternyata itu adalah mayat seorang wanita tua yang sedang tersangkut disungai,” kata AKP Kusmin, Kapolsek Kota Banyuwangi kepada awak media.

Saksi bersama warga sekitar lantas memegang mayat tersebut,  agar tidak terbawa arus sungai yang begitu deras akibat guyuran hujan lebat sejak  Selasa (8/6) malam.

“Arus sungai cukup deras, karena sejak tadi malam sampai pagi tadi hujan lebat tiada henti terus turun di wilayah perkotaan sehingga arus sungai menjadi sangat deras,” ujarnya.

Proses evakuasi jasad korban dari tumpukan sampah.

Setelah jasad korban berhasil dievakuasi, warga setempat langsung bergegas melaporkan kejadian penemuan mayat wanita tersebut ke aparat kepolisian setempat. Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan identifikasi dan diotopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Selang beberapa waktu sejak kejadian penemuan mayat wanita tersebut, keluarga korban datang untuk memastikan apakah mayat wanita tersebut adalah salah satu anggota keluarga yang menghilang beberapa waktu yang lalu. Korban bernama Batin Seminarwati 78 tahun warga Kelurahan Tamanbaru.

“Menantu korban datang untuk memastikan apakah korban adalah ibu mertuanya yang menghilang dan setelah dicek ternyata benar bahwa korban adalah ibu mertuanya. Korban bernama Batin Seminarwati 78 tahun warga Kelurahan Tamanbaru,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, sekira pukul 05.30 wib korban sedang memasak nasi di dapur belakang rumahnya. Saat itu, menantu korban mendengar suara benda yang jatuh kedalam sungai yang berada persis di belakang rumahnya.

“Saat itu, menantu korban mengira itu adalah suara dari kayu yang jatuh ke sungai saja. Sehingga ia tidak menghiraukan suara tersebut karena memang saat itu sedang hujan deras “kata Kusmin.

Selang berapa lama, menantu korban pergi ke dapur untuk mengecek, karena menantu korban mencium bau nasi yang dimasak oleh mertuanya hangus. Ia mengira bahwa mertuanya lupa dan tidur di kamarnya.

“Keluarga baru tahu jika korban terjatuh ke sungai, saat mendapatkan foto penemuan mayat yang dikirim oleh tetangganya,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang keluar dari rumah sakit, tidak ditemukan bekas atau tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan kuat korban tewas karena jatuh terpeleset ke sungai dan hanyut terseret arus sungai yang sangat deras ditambah dengan hujan deras yang mengguyur wilayah perkotaan Banyuwangi.

“Keluarga menerima dan menolak tindakan autopsi,” pungkas Kusmin. [AES/RED]