Hasil tangkap layar dari video kemunculan buaya disungai sadar.

MOJOKERTO, BeritaTKP.Com – Warga yakini dengan kemunculan seekor buaya muara di Sungai Sadar, Dusun Toyorono, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto membawa pertanda. Mitos yang dipercaya warga sudah sejak lama jika ada buaya muara yang muncul merupakan peringatan bagi warga agar tidak bermain-main di Sungai Sadar.

“Mengenai kemunculan reptil karnivora seperti buaya muara tersebut,  sudah dari dulu ada beritanya tapi saya belum pernah melihatnya sendiri. Berita itu muncul dari teman-teman yang biasa mencari ikan di Sungai Sadar tapi biasanya penampakan buaya menurut  orang Jawa yaitu sebagai tenggoro atau tanda peringatan  karena mereka terusik,” ujar Kepala Dusun Sukoanyar, Desa sukosari, Damsi, pada Rabu (9/6/2021).

Banyak warga berbondong-bondong datang ke Sungai Sadar untuk melihat penampakan buaya.

Yakni agar warga tidak bermain-main di sungai. Karena kemunculan buaya tersebut diibaratkan datangnya tamu yang memberikan isyarat peringatan. Pesannya adalah, agar warga sekitar tidak bermain-main di Sungai Brantas maupun Sungai Sadar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk barang-barang yang tidak terlihat itu ya Allah hualam, kita kan orang-orang biasa. Ya sekedar menghimbau kepada masyarakat di sepanjang Sungai Brantas dan Sungai Sadar tolong berhati-hati jika bermain di sungai, itu ada bahaya. Pertanda itu bisa jadi ada bahaya, ataupun ada musibah” katanya.

Sebelumnya, juga ada kemunculan buaya di Sungai Sadar 10 hari kemudian ada anak kecil yang tenggelam tepat di bawah jembatan. Ada empat anak, yang tiga berhasil diselamatkan oleh warga, namun yang satu meninggal dunia. Hal tersebut juga menjadi peringatan agar saling menghormati antara makhluk yang terlihat dan makhluk yang tidak terlihat agar tidak saling mengganggu.

“Kalau cari ikan di sungai ya harus permisi dulu, kalau sudah dapat ikan pulang ya jangan lupa bilang terima kasih. Semua itu ada penjaganya. Ini merupakan pertanda bagi masyarakat di sepanjang Sungai Brantas dan Sungai Sadar agar berhati-hati saat berada di sungai. Nggak disik’i kerso, kita tidak tahu besok yang meninggal ya kita tidak tahu yang tahu hanya Allah saja,” ujarnya. [AES/RED]