LAMONGAN, BeritaTKP.Com – Munculnya seekor buaya yang berukuran cukup besar tersebut terlihat di tepian sungai Bengawan Solo yang bertempat di Desa Parengan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan. Penampakan tersebut berhasil diabadikan oleh salah satu  warga dan diunggah ke akun sosial media Instagram @beritalamongan, pada Rabu, (9/6/2021) kemarin.

Hasil unggahan foto yang berhasil diabadikan.

“Kemunculan Buaya disungai Bengawan Solo, mendapat banyak laporan adanya buaya di Bengawan solo Parengan Maduran oleh salah satu netizen. Dari aktivitas buaya yang muncul ke permukaan seiring dengan datangnya musim kemarau semoga kita selalu waspada saat beraktivitas di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo,” tulis akun @beritalamongan.

Diketahui, foto dan video yang  berdurasi 14 detik itu terlihat penampakan buaya yang cukup besar itu berasal hasil tangkapan video kiriman dari @latief8620 yang berhasil mengabadikan momen tersebut. Lebih lanjut, kemunculan buaya itu sontak membuat warga geger sekaligus resah dan takut. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Bachtiar Latif, pria yang pertama kali mengungah video diakun Instagram.

“Direkam oleh teman saya sewaktu sedang memancing disungai Bengawan Solo, warga setempat sekarang sangat takut dan waspada untuk beraktivitas disepanjang sungai Bengawan Solo,” ungkap Bachtiar saat dihubungi, pada Kamis (10/6/2021).

Dari foto dan video yang beredar luas di medsos itu, terlihat seekor buaya yang berukuran sangat besar sedang berjemur di tepian sungai Bengawan Solo. Bahkan, Bachtiar juga menyampaikan, dirinya sendiri juga sempat memergoki kemunculan buaya lain dengan ukuran yang lebih kecil dibanding dengan buaya yang ada didalam video tersebut.

“Dua minggu lalu warga juga ramai ketika melihat kemunculan buaya meski dengan ukuran yang tak sebesar sekarang, namun sayangnya waktu itu tidak sempat diabadikan oleh warga setempat,” terangnya.

Bachtiar juga menambahkan bahwa, ukuran buaya tersebut jika dipandang secara kasat mata terlihat sangat besar,panjang dan kekar. Diduga, binatang reptile karnivora itu muncul lantaran kondisi air yang berpindah zat karena transisi dari musim penghujan ke musim kemarau dan karena faktor pencemaran air yang terjadi .

“Ukurannya sangat buwesar (sangat besar), kira-kira lebih besar dari ukuran jok (dudukkan sepeda motor) sepeda motor,” pungkasnya. [AES/RED]