SURABAYA, BeritaTKP.Com – Tenaga Kesehatan di Surabaya (NAKES) terus bekerja keras tanpa henti dipos penyekatan di Jembatan Suramadu sejak hari Minggu (6/6) yang lalu untuk mengantisipasi lonjakan pasien posistif Covid-19. Pemkot Surabaya pun menambah personil Tenaga Kesehatan (NAKES) dan unit meja swab. Mereka bekerja dengan lima sif per harinya. Kepala Dinas Kesehatan (DINKES) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, total Tenaga Kesehatan yang bertugas kemarin mencapai sebanyak 500 orang. Mereka berasal dari 63 puskesmas se-Kota Surabaya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Mohamad Sowandhie, serta RS Bhakti Dharma Husada (BDH).

Penambahan jumlah NAKES untuk melakukan tes Rapid di Bangkalan.

“Kita juga sudah nambah unit meja untuk swab. Memang ini sudah menjadi tugas kami. Para Nakes lebih baik bekerja di depan seperti saat ini. Jangan sampai masuk RS dan bertambah parah yang mengakibatkan Nakes juga tertular oleh virus Covid-19,” kata Febria.

Wali Kota Eri Cahyadi juga mengatakan bahwa, awalnya dalam sehari para Nakes tersebut terbagi menjadi tiga sif. Setiap sif ada sebanyak 60 orang nakes yang dikerahkan dan bertugas. Namun, karena jumlah warga semakin banyak yang harus melakukan tes rapid, maka personil pun ikut ditambahkan.”Yang awalnya dari 60 orang per sif, sekarang kita tambah menjadi persatu sifnya menjadi sebanyak 100 orang,” katanya.

Eri juga menjelaskan bahwa, selain jumlah Nakes yang ditambahkan, sifnya juga semakin diperbanyak. Sebelumnya hanya ada tiga sif dalam sehari, dimulai dari pukul 06.00 wib. Menurutnya, penambahan personil sangatlah penting agar para Nakes tidak merasa kewalahan dan kelelahan dalam menangani pasien. “Penambahan ini juga sekaligus untuk menghindari terjadinya kerumunan saat menunggu antrian tes rapid yang akan dilakukan,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu juga menegaskan, kondisi ini adalah momentum bagi pemerintah daerah untuk saling bahu-membahu, agar tidak menyalahkan satu sama lain, dan saling memberi dukungan satu sama lainnya. Karena itu, ia tidak keberatan apabila Pemkab Bangkalan meminta bantuan dari Nakes yang berasal dari Surabaya.

“Kalau ternyata memang kekuatan Nakesnya lebih banyak di kami, maka tidak apa-apa akan kami kirimkan ke sana (Bangkalan). Yang penting untuk saat ini adalah, saling membantu satu sama lain karena Madura dan Surabaya tidak dapat dipisahkan. Saat ini bantuannya ada tenda dan antigen,” pungkasnya. [AES/RED]