MALANG, BeritaTKP.Com – Para orang tua di Kota Malang tampaknya bisa sedikit tenang dan  bernafas lega. Pasalnya sekarang, Kota Malang menjadi salah satu dari 8 kota dan kabupaten di Provinsi Jatim, yang ditunjuk untuk melakukan imunisasi PCV secara gratis kepada seluruh bayi dan balita yang ada diseluruh Kota Malang.

Sosialisasi tentang penting vaksin PCV yang dilakukan secara virtual oleh Dr. Dyah.

Hal itu telah disampaikan oleh Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Malang, Dr. Dyah Inarsih dalam sosialisasi imunisasi PCV  secara virtual melalui Zoom pada Kamis (10/6).

“Jadi ini adalah program vaksinasi untuk bayi dan balita guna mencegah penyakit pneumonia. Akan dilaksanakan mulai bulan ini di 8 kabupaten dan kota-kota di Jawa Timur,” ungkapnya.

PCV bukanlah vaksin jenis baru tetapi sudah ada sejak lama di berbagai layanan kesehatan. Hanya saja, saat ini vaksin PCV tersebut masih dikenakan biaya, karena sebelumnya vaksin PCV belum menjadi imunisasi yang wajib bagi bayi dan balita.

“Kalau di RS biaya vaksinasi PCV cukup mahal, kurang lebih Rp 900 ribu sampai Rp 1,2 juta. Sedangkan melalui program ini, bayi dan balita bisa mendapatkan imunisasi vaksin PCV secara gratis di puskesmas terdekat,” tambahnya.

Menurut Dr. Dyah, Kota Malang sangat beruntung bisa ditunjuk dan melaksanakan program imunisasi vaksin PCV dengan gratis di masa introduksi atau masa pengenalan. Karena sebelumnya masyarakat harus merogoh uang lebih banyak jika ingin memberikan imunisasi PCV ini untuk bayi ataupun balitanya.

“Sasaran kita adalah bayi dan balita yang ada diseluruh Kota Malang yang lahir pada bulan April 2021 sampai bulan Desember 2021. Jika masa introduksi ini berhasil menekankan nilai kasus pneumonia, saya harap di tahun 2022 mendatang program ini akan terus dilanjutkan,” tambahnya.

Pemberian imunisasi PCV sendiri sudah dijelaskan langsung oleh Dr. Dyah bahwa sangat penting untuk mengikuti imunisasi PCV. Pasalnya, banyak kasus pneumonia yang dari bakteri pnemonia pneumokokus yang menyerang pada bayi, dan berakhir pada naiknya angka kematian pada bayi dan balita.

“Sehingga kita perlu melakukan pencegahan. Pertama, dengan cara memperbaiki nutrisi dan menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan. Kedua, dengan cara imunologis yaitu dengan pemberian vaksin PCV dan imunisasi lainnya,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Kota Malang yang memiliki bayi ataupun balita sesuai dengan sasaran penerimaan untuk langsung menuju ke puskesmas terdekat.

“Jadwal pemberian imunisasi sesuai dengan kebijakan dari puskesmas masing-masing. Nanti untuk dosis pertama diberikan saat bayi berusia 2 bulan, dosis kedua diberikan ketika diusia 3 bulan, dan dosis terakhir diberikan pada usia 12 bulan,” pungkasnya.

Dirujuk dari data Dinkes Kota Malang, pada tahun 2019 yang lalu, sebanyak 2.716 bayi dan balita yang terdata mengidap pneumonia ringan dan pneumonia berat. Sedangkan di tahun2020, jumlahnya pengidap pneumonia berhasil diturunkan menjadi 1.341 bayi dan balita. [AES/RED]