PONOROGO, BeritaTKP.Com- Nahas menimpa M (15) seorang santri yang meninggal dunia akibat  dikeroyok oleh empat teman korban setelah mengaku bahwa korban telah mencuri uang Rp 100 ribu milik temannya. Belum lama mondok, korban ternyata baru sebulan menetap dipondok pesantren di Ponorogo tersebut.

Kanit PPA Satreskrim Polres Ponorogo Ipda Gestik Ayudha Ningrum menjelaskan bahwa korban memang diketahui baru sebulan menetap dipondok pesantren tersebut korban ingin mengikuti jejak kakak perempuannya yang terlebih dahulu mondok di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Jambron.

“Korban baru sebulan disini, mondok di Ponorogo,” jelas Gestik kepadaawak media, Jumat (25/6/2021).

Sebelumnya, pada hari Selasa (22/6) malam korban dikeroyok 4 santri lainnya yang masih teman korban yakni MN ,18, YA ,15, AMR ,15, dan AM ,15,. Rabu (23/6) pagi, kasus ini dilaporkan kepihak kepolisian karena kondisi korban yang parah. Kamis (24/6), korban yang kondisinya semakin memburuk akhirnya dilarikan ke RSUD dr Harjono. Namun nyawanya tak dapat ditolong saat dirawat di RSUD dr Harjono.

Jenazah M yang masih berada dikamar mayat RSUD dr Harjono.

“Hasil pemeriksaan sementara ada 10 baju yang diamankan sebagai barang bukti,” terang Gestik.

Salah satu baju yang diamankan terdapat bercak darah korban. Diduga merupakan bercak darah saat korban dikeroyok. Kini para pelaku menjalani pemeriksaan serta penahanan di Polres Ponorogo.

“Para pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76 C Undang-undang (UU) Republik Indonesia No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 170 ayat (2) Ke-3e Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan/ atau Pasal 351 ayat (3) KUHP,” pungkas Gestik. [aes/red]