Kediri, BeritaTKP – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, membagikan hasil bumi selesai kegiatan ritual “Manusuk Sima”, yang merupakan rangkaian peringatan hari jadi Ke-1142 Kota Kediri kepada warga yang melakukan isolasi dan panti lanjut usia.

Dalam sambutanya Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Selasa, 27 Juli 2021 memaparkan “Hari Jadi Ke-1142 Kota Kediri ini, kami lakukan secara virtual, sebab memang dalam aturan seluruh gelaran kebudayaan dilarang dilakukan seperti biasanya, demikian juga ‘polo pendem’ hasil bumi yang diperebutkan usai acara ditiadakan dan diganti di bagikan ke lembaga sosial dan juga lewat sinergi untuk jaring pengaman sosial (Si Jamal), ritual upacara “Manusuk Sima” ini sudah menjadi tradisi tahunan, untuk menghormati para leluhur pendiri Kediri. Untuk itu, kegiatan tersebut tetap diadakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan secara virtual, bagaimanapun juga, nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan Manusuk Sima ini menjadi pengingat atau tetenger, bahwa ada masa awal ketika Kediri ditetapkan menjadi sebuah wilayah perdikan, yang berdiri dan tetap bertahan hingga sekarang.”Kota Kediri ini sudah sangat tua, sudah memasuki usia ke-1.142. Kota ini telah melewati banyak era kepemimpinan, mulai dari jaman kerajaan, penjajahan, pasca kemerdekaan hingga era kepemimpinan saya,” kata dia.

Menurut Nur Muhyar Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri menyatakan pelaksanaan upacara secara virtual ini tetap berlangsung dengan khidmat “Penyelenggaraan Hari Jadi Kota Kediri secara virtual, karena memang mengikuti perkembangan COVID-19. Apalagi situasi masih PPKM. Masyarakat tetap bisa menyaksikan di Instagram @kediritourism dan juga chanel YouTube Kediri Tourisme TV.” kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk melestarikan sejarah hal ini digelar untuk menjaga kebudayaan-kebudayaan luhur di tengah keberagaman, modernisasi, dan kemajuan teknologi “Dengan kegiatan ini mudah-mudahan bisa jadi inspirasi dan kebanggaan warga Kota Kediri yang namanya besar ini. Terlebih untuk kemajuan kota .”

Upacara Manusuk Sima merupakan peristiwa penting yang terjadi 1142 tahun lalu, yang menunjukkan sejarah berdirinya Kota Kediri, berdasar Prasasti Kwak yang ditemukan di Desa Ngabean, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Dalam prasasti tersebut berangka tahun 801 Saka atau tanggal 27 Juli 879 Masehi. Untuk itu setiap tanggal 27 Juli diperingati Hari Jadi Kota Kediri.

Ritual Manusuk Sima bertujuan agar dijauhkan dari berbagai bentuk bencana. Rangkaian ritual ini ditandai dengan pembacaan mantera dan pembakaran kemenyan oleh sang Makudur atau sesepuh adat.

Selanjutnya prosesi tumbal bumi yakni pemotongan ayam cemani atau ayam hitam, memecah telur dan menaburkan abu. Ritual ini memiliki makna siapapun mereka yang berani melanggar sabda alam akan mendapat malapetaka.

Reporter-muryati