Probolinggo, BeritaTKP.Com  – Aksi penganiayaan sekelompok berhasil diungkap Polsek Paiton. Aksi yang bermula dari masalah utang sebesar Rp 100 ribu, membuat delapan pemuda nekat mengeroyok kepada korban hingga babak belur. Lima pelaku sudah berhasil diamankan jajaran Polsek Paiton. Kini, kelima pelaku harus mendekam di dalam tahanan.

Kelima pelaku pengeroyokan yang sudah diamankan di Mapolsek Paiton.

Kasus pengeroyokan itu sudah lama yakni Sabtu (10/7), di tikungan jalan Desa Desa Jabungsisir, Paiton. Korban adalah Muhammad Nari (35), warga Dusun Candi, Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sedangkan kelima pelaku yang telah diamankan dalam pengeroyokan Andika Wika Putra,30,- Afandra Kriswantoro,23, – Muhammas Rasid Ridho,26, Adam Sukma Wijaya,24, dan Muhammmad Rico Kurniawan, 20. Mereka semua asal Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton.

Kapolsek Paiton AKP Noer Choeiri saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pengeroyokan yang terjadi tiga pekan lalu. Setelah mendapatkan laporan dari korban dan dilakukan penyelidikan, Senin lalu (19/7), pihaknya mengamankan lima dari 8 pelaku kasus dugaan pengeroyokan.

”Motif kasus penganiayan secara bersama-sama atau pengeroyokan itu, masalah hutang piutang. Korban memiliki sisa hutang sebesar Rp 100 ribu pada pelaku Andika. Karena tak kunjung membayar, pelaku Adam dan rekannya nekat melakukan penganiayaan,” Jumat (30/7).

Kapolsek menerangkan, penganiayan bermula saat pelaku Andika menagih hutang pada korban yang tengah servis motor di bengkel pelaku Adam. Saat itu, utang sisa Rp. 100.000 dan tak lama terjadi cek-cok  mulut.

Pertikaian itu dilerai warga dan mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Di hari yang sama, sekitar pukul 15.00 WIB, pelaku WW yang masih buron dan pelaku Kris, datang kerumah korban dan aksinya mengajak keluar rumah. Sesampai di tikungan jalan tepatnya di Desa Jabung Sisir Paiton, pelaku  Kris memanggil teman-temannya yang merupakan para pelaku. Di lokasi kejadian itu, terjadi cekcok mulut, dan terjadilah penganiayaan bersama-sama.

”Akibat kejadian penganiayaan itu, korban alami luka patah tulang di jari tangan kanan, patah tulang telinga, memar di bagian belakang kepala, luka lecet dan memar pada wajah. Selain itu, sesak napas akibat diinjak-injak pakai kaki,” terangnya. Para pelaku dijerat dengan pasal dalam pasal 170 jo 351 KUHP, tentang penganiayaan secara bersama-sama.  (Red)