Bangil, BeritaTKP.Com –Gadis berinisial R, asal Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, nyaris menjadi korban penculikan dan pemerkosaan. Untungnya, bocah yang masih duduk dikelas 6 SD itu selamat. Pelaku melepasnya setelah R menangis keras.

Ilustrasi

Dengan tangisan kerasnya R rupanya membuat pelaku ciut nyali. Pelaku ketakutan. Akhirnya, pelaku membawa korban pulang dan diantar hingga ke jalan kampung di Gempeng, dekat rumahnya.

Penculikan itu terjadi pekan lalu, tepatnya Selasa (27/7) sore. Bahkan, aksi pelaku yang mendekati korban terekam CCTV milik warga setempat di Gempeng. Videonya pun viral sejak Rabu (28/7).

Berdasarkan pemantauan di lapangan, pada Selasa sore itu R sedang bersepeda sendirian di sekitar jalan kampungnya.

R saat itu mengenakan setelah baju warna pink dan berjilbab hitam. Suasana sekitar kampung sedang sepi. Nyaris tidak ada orang. Berdasarkan rekaman CCTV, hanya ada seorang pencari rumput di sebuah lapangan. Tidak jauh dari jalan kampung.

Lalu, sekitar pukul 14.30 WIB, pelaku datang dengan mengendarai motor sendirian. Dia mengendarai kendaraan motor matik warna putih. Pelaku memakai kemeja putih dan berhelm warna putih juga.

Pelaku lantas mendekati R. Dia kemudian mengajak korban ikut dengannya. Pelaku beralasan, ada titipan barang untuk mama korban.

Karena alasan itu, korban yang masih berusia 11 tahun itu pun mengikuti pelaku. Sebelum korban ikut, pelaku meminta korban meninggalkan sepedanya. Korban pun pulang dan meletakkan sepedanya.

Selanjutnya tak lama, pelaku membonceng korban bersepeda motor. Ia membawa korban ke sebuah vila di Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Pelaku lantas menyewa sebuah kamar dan mengajak korban ke kamar itu. Di dalam kamar, aksi pelaku membuka hijab korban dan berusaha menciumnya.

Melihat gerak-gerik jahat pelaku, korban ketakutan. Korban pun menangis sekencang-kencangnya.

Tangisan keras itu membuat pelaku ketakutan. Dengan buru-buru mengajak korban keluar dari kamar vila. Lalu, korban diantar pulang. Korban diturunkan di tepi jalan, di gang masuk kampungnya. Tepat saat azan Magrib.

Orang tua R pun sempat kebingungan karena anak gadisnya tidak pulang sampai magrib. Begitu pulang, R yang masih menangis langsung menceritakan kejadian itu pada orang tuanya.

Orang tua R yang tidak terima, melaporkan kejadian itu ke Polres Pasuruan. IM (38), ibu dari korban melapor pada Rabu (28/7).

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, identitas pelaku sudah dikantongi. Petugas pun kini memburu terduga pelaku dalam penculikan terhadap R.

“Pelaku sudah teridentifikasi. Tim juga sedang mengejar pelaku. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa tertangkap,” pungkasnya.  (Red)