Malang Kota, BeritaTKP.Com  –Dalam kasus penipuan. Aksi tipu-tipu bermodus proyek properti yang dilakukan PA alias Pipin (34), akhirnya berujung masuk penjara. Pria asal Kota Tangerang, Banten ini ditangkap aparat Polresta Malang Kota. Modal properti senilai Rp 1,2 miliar lebih.

Pipin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan usaha properti di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang. Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto menyatakan, kasus tersebut terjadi bulan Juni tahun 2020 lalu. Awalnya, korban warga Kota Malang berinisial MS (48), diajak Pipin bekerja sama dalam pembangunan properti dengan bendera PT Sahid Mulia Amani. “Korban lantas mentransfer Rp 1,25 miliar sebanyak empat kali untuk pembangunan proyek property itu,” beber Budi saat gelaran konferensi pers di Mapolresta Malang Kota, Senin (2/8).

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto saat konferensi pers kasus penipuan properti Senin (2/8).

Meski uang sudah ditransfer, ternyata proyek yang dijanjikan macet. “Objek pembangunan atau progres apapun tidak ada. Saat korban menghubungi tersangka juga tidak diresponnya sama sekali, ternyata dia kabur melarikan diri,” jelasnya.

Tersangka diamankan di Kota Bandung pekan lalu. Dari pendalaman kepolisian, korban diketahui tertarik oleh hasil yang berinvestasi karena dijanjikan cuan tinggi. Pelaku mengiming-imingi keuntungan hingga 50 persen dari modal. “50 persen dari keuntungan, misal menanam modal Rp 1 miliar, maka keuntungannya Rp 500 juta,” ungkap Buher, sapaan karibnya.

Sejauh ini baru satu korban yang diakui. “Baru satu, harapannya dengan rilis ini korban lain bisa ikut lapor,” kata dia.

Diketahui bahwa uang hasil tipu-tipu itu bermodus proyek properti digunakan tersangka untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli mobil BMW. Sementara, tersangka berkelit perusahaan properti yang dijanjikan kepada korban memang ada kendala. “Izin usaha perusahaan sebenarnya masih dalam proses dan tanahnya juga belum lunas,” aku Pipin.

Akibat atas perbuatannya, ia terancam hukuman maksimal empat tahun penjara karena melanggar Pasal 372 dan atau 378 KUHP.  (Red)