Bangil, BeritaTKP.Com –Polres Pasuruan berhasil meringkus tersangka penculikan dan percobaan terhadap R. Usai dalam tempo dua hari setelah mendapat laporan, Gadis kelas enam SD, warga Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Tersangka adalah seorang duda.

Wakapolres Pasuruan Kompol Edith Yuswo Widodo mengungkapkan, tersangka berinisial MA alias Muhammad Agil. Ia merupakan duda (31),  asal Glanggang, Kecamatan Beji.

Tersangka ternyata sudah melakukan aksi pernah tiga kali dan memperdaya korban .

Yang mencengangkan, aksi tersebut sejatinya bukan hanya sekali dua kali dilakukan. Tapi, sudah tiga kali. Namun, baru kali ketiga ini pelaku berhasil memperdaya korbannya.

Menurut Wakapolres, petugas kepolisian berhasil mengungkap identitas tersangka dan menangkapnya setelah mempelajari hasil rekaman CCTV yang terjadi viral di media sosial. Juga berdasarkan keterangan dari korban.

“Dari serangkaian penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi pelakunya. Dan berhasil menangkap tersangka di rumahnya,” kata Edith.

Pria asal Pasuruan ini menambahkan, tersangka ditangkap Jumat (30/7), sekitar pukul 05.30 WIB. Atau dua hari setelah orang tua korban melapor pada Rabu (28/7).

Tersangka sendiri menculik dan melakukan percobaan pencabulan terhadap R  pada Selasa (27/7). Ketika itu, korban sedang bersepeda di kampungnya.

Tersangka ditahan saat dirilis Polres Pasuruan.

Tiba-tiba, tersangka yang mengendarai sepeda motor datang mendekati korban. Dia kemudian mengajak korban ikut dengannya. Alasannya, ada titipan untuk mama korban. Pada korban, tersangka mengaku sebagai saudara ibu korban

Alasan itu membuat korban teperdaya dan ikut tersangka. Tersangka lantas membonceng korban ke vila di Prigen. Di situlah, tersangka melancarkan aksinya melakukan terhadap R.

Ia membuka jilbab korban. Bahkan, ia sempat meraba-raba korban. Hingga saat hendak mencium, korban berteriak histeris sambil menangis. Teriakan itu membuat tersangka ketakutan. Tersangka pun langsung mengantar korban pulang ke sebuah gang dekat rumahnya.

“Keesokan harinya, ibu korban mendatangi Mapolres Pasuruan untuk mengadukan kasus tersebut,” terang Edith.

Dari situlah, petugas kemudian melakukan pengembangan. Hingga akhirnya, tersangka berhasil ditangkap di rumahnya. Berdasarkan keterangan tersangka, kata Edith, tersangka nekat melancarkan aksi jahat itu untuk melampiaskan nafsunya.

“Ia baru sebulan terakhir bercerai. Karena ingin melampiaskan nafsunya akhirnya menyasar korban,” sampainya.

Edith menegaskan, korban dan tersangka tidak memiliki hubungan apa-apa. Ia menjadikan korban sebagai mangsanya secara acak.

Tersangka saat diwawancarai membenarkan atas perbuatannya. Ia mengaku khilaf. Sebab, sudah sebulan ia tak melakukan hubungan biologis setelah bercerai dengan istrinya.

“Saya baru sebulan bercerai. Saya menyesal dan khilaf,” aku tersangka.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto mengungkap, sebenarnya tersangka tidak hanya sekali melancarkan aksinya. Ia sudah melakukan tiga kali melakukannya. Hanya saja, dua di antaranya gagal. Lantaran korbannya sudah dewasa.

“Baru yang ketiga ini ia berhasil membawa korban ke vila dan mencabulinya. Dua aksi sebelumnya gagal. Karena sasarannya tidak mudah teperdaya,” jelasnya.

Atas ulahnya itu, tersangka dijerat pasal 82 jo pasal 76 D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar. Ia juga terancam dikebiri atas perbuatannya itu.

Sejumlah barang bukti juga diamankan dari tersangka. Antara lain, sebuah motor Honda PCX, baju takwa warna putih, helm, rekaman CCTV, dan beberapa barang bukti lainnya.  (Red)