Surabaya, BeritaTKP.Com –PPKM ini sendiri telah berlangsung.  Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) seolah tidak pernah mengenal lelah sampai saat ini membantu warga sejak adanya pandemi Covid-19.

Salah satunya dengan kerap menggelar penyemprotan disinfektan secara gratis di perkampungan dan pemukiman padat penduduk.

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat terjun dilapangan bersama warga Perum Pondok Jati.

BHS terjun dilapangan menggelar bakti sosial (baksos) penyemprotan disinfektan di kawasan tujuh RT di RW 06 Perum Pondok Jati, Desa Jati, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo. Baksos ini digelar setelah adanya warga Perum Pondok Jati RW 06 yang melaporkan sejumlah warganya setempat menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat terpapar Covid-19. Bahkan, sebagian warga ada yang meninggal dunia di rumah sakit.

“Melalui program BHS Peduli Kesehatan dan Lingkungan bersama Partai Gerindra Sidoarjo ikut berpartisipasi mencegah jangan sampai terjadi lonjakan Covid-19. Kami menerjunkan tim penyemprotan disinfektan terdiri dari satu truk yang sudah dimodifikasi untuk menyemprotkan disinfektan di kawasan jalan perumahan. Ditambah tiga alat portabel untuk menyemprotkan disinfektan ke rumah-rumah warga,” pungkas  BHS.

Lebih jauh, mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 yang juga Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jawa Timur ini menjelaskan pihaknya selalu siap mengerahkan tim penyemprotan disinfektan untuk membantu warga Kota Delta jika ada permintaan.

Yakni, dengan cara menghubungi Posko BHS Canter Peduli dan Kantor DPC Gerindra Sidoarjo. Kemudian, tim akan bergerak bersama-sama terjun melaksanakan penyemprotan untuk kepentingan masyarakat Sidoarjo.

“Soal pemberlakuan PPKM Darurat, kami berharap pemerintah pusat dan daerah melakukan sejumlah evaluasi target dengan harapan untuk program ke depannya agar lebih baik dalam penanganan Covid-19,” jelasnya.

Karena itu, BHS yang juga politisi Partai Gerindra ini membandingkan dengan penerapan PPKM level 4 jumlah penambahan masyarakat yang terinfeksi Covid-19 lebih menurun daripada saat PPKM Darurat, dimana waktu berakhir masa PPKM Darurat jumlah masyarakat yg terinfeksi baru, jauh lebih tinggi dari sebelum penerapan PPKM. Tetapi, dengan  PPKM Level 4 terjadi penurunan.

BHS menduga, sebenarnya saat ini masyarakat merasa lega pada PPKM Level 4 setelah mereka stress berat pada saat diberlakukannya PPKM Darurat. PPKM Darurat menyebabkan imun warga sangat menurun, sehingga akhirnya sangat mudah terpapar Covid-19.

“Kami berharap tanggal 9 Agustus nanti PPKM tidak diperpanjang lagi. Saya pikir pemerintah daerah bisa mengusulkan ke pemerintah pusat, dengan evaluasi-evaluasi kebijakan tertentu agar pelaksanaan PPKM tidak diberlakukan lagi. Ini karena akan berdampak kepada warga dan perekonomian daerah maupun nasional,” tegas alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini.

Selain itu, BHS mengajak semua komponen masyarakat untuk peduli terhadap warga yang tengah menjalani isoman. Bahkan, warga yang tengah menjalani isoman juga harus didorong pemerintah untuk bersikap terbuka dengan menyatakan diri saat isoman.

Yakni, dengan warga memberi tanda sedang isoman serta tanggal mulai isoman di pagar rumah, dengan ditambahkan informasi kebutuhan yang dibutuhkan oleh warga isoman tersebut.

“Misalnya butuh makanan, beras, sembako, obat-obatan , multi vitamin, maupun tabung oksigen. Diharapkan pemerintah pusat dapat membantu bersama-sama dengan warga tetangganya untuk menyediakan kebutuhan bagi warga yang isoman. Perhatian terhadap warga isoman itu adalah tugas pokok pemerintah daerah. Bantuan yang diberikan ke warga isoman, selain dari pemerintah sendiri, bisa berasal dari kalangan pengusaha yang ada di Sidoarjo,” ungkapnya.

Karena warga yg tidak terdampak covid masih jauh lebih banyak jumlahnya dan di Sidoarjo ada sekitar 15.000 industri menegah dan atas yang bisa digerakkan untuk membantu warga yg terdampak Covid-19 dengan program CSR atau lainnya,” jelas Penasehat Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) ini.

Sementara Sekretaris Desa (Sekdes) Jati, M Ilyas yang ikut baksos mengaku berterima kasih atas kepedulian BHS. Selain itu, kata Ilyas masyarakat Desa Jati akan mencatat amal baik BHS itu.

“Semoga amal baik ini bisa ditiru yang lainnya. Karena dalam sebulan terakhir, angka warga Desa Jati yang terpapar Covid, meningkat drastis. Tapi dalam seminggu terakhir, jumlahnya saat ini  sudah menurun. Untuk jumlah pastinya datanya ada di Kasun (kepala dusun),” tandasnya.  (Red)