Irjen Tomagogo Sihombing selaku Kapolda Papua Barat.

Papua Barat, BeritaTKP.com – Irjen Tomagogo Sihombing selaku Kapolda Papua Barat mengungkapkan tentang penyerangan yang terjadi di Pos Ramil Kisor, Kabupaten Maybrat oleh sekelompok orang yang tak dikenal itu dilakukan secara berencana. Dalam peristiwa tersebut empat orang prajurit TNI AD tewas.

“Saya pastikan bahwa kasus ini terjadi dengan kasus perencanaan pembunuhan yang berakibat adanya kematian orang lain,” kata Tomagogo, Rabu (8/9).

Tamagogo sudah meninjau langsung ke lokasi penyerangan bersama Pangdam Kasuari, Mayjen I Nyoman Cantiasa dan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Ia berharap lokasi tersebut bisa memberikan bukti terkait dengan penyerangan ini.

“Dari pembuktian-pembuktian yang kami kumpulkan itu, akan kami sampaikan kepada publik bahwa telah terjadi kasus penyerangan yang berakibat tewasnya anggota-anggota terbaik bangsa,” ujarnya.

Tamagogo mengatakan penyerangan yang menyebabkan empat prajurit TNI AD tewas itu juga berdampak pada situasi di wilayah Kampung Kisor, dan Papua Barat pada umumnya. Ia memastikan semua pelaku akan diungkap satu persatu dan secepatnya.

“Saya pastikan bahwa kasus ini terjadi dengan kasus perencanaan pembunuhan yang berakibat matinya orang lain. Rencana pembunuhan ini juga berdampak kepada situasi yang terjadi,” katanya.

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim menyatakan penyerangan Pos Ramil Kisor yang menewaskan empat orang anggota TNI AD adalah kasus tersadis sepanjang sejarah kabupaten tersebut.

“Peristiwa seperti ini baru sekali terjadi dalam ratusan tahun di kehidupan kami orang Maybrat Ayamaru raya, Aitinyo raya dan Aifat raya,” kata Bernard.

Bernard mengatakan penyerangan dan pembantaian anggota TNI AD tersebut baru kali ini terjadi di wilayah Maybrat. Pertikaian lokal sering terjadi tapi tidak pernah ada kejadian sesadis seperti kasus penyerang Posramil Kisor.

“Kami serahkan kepada bapak Kapolda untuk mengusut untuk mengetahui siapa dan dari kelompok mana yang melakukan perbuatan tersebut,” ujarnya.

Polda Papua Barat berhasil mengantongi 20 nama yang diduga terlibat dalam penyerangan Posramil Kisor. Empat orang di antaranya telah ditangkap. Sementara 16 orang lainnya masih dalam pengejaran.

Sampai saat ini baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerangan tersebut.

(RED)