RIAU, BeritaTKP.com – Pelaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BRI cabang Rokan Hulu (Rohul), Riau, berhasil diringkus oleh petugas kepolisian. Para pelaku berhasil menggasak uang tunai sejumlah Rp 755 juta.

Para pelaku pembobolan ATM di Rohul Riau.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan para pelaku yang berhasil diringkus oleh jajaran Polda Riau dan Polres Rohul. Mereka berinisial MA, RS, HB, dan BM.

“Sudah ditangkap oleh tim gabungan 4 orang pelaku pembobolan dengan mengancam korban DS. Korban adalah teknisi mesin ATM disalah satu bank di Jalan Diponegoro Rokan Hulu,” terang Sunarto, yang didampingi oleh Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto, Senin (13/9/2021).

Sunarto mengatakan keempat pelaku melakukan aksinya pada 31 Agustus yang lalu. Di antara pelaku, diketahui ada yang bekerja sebagai teknisi bank dan baru saja dipecat.

“Pelaku yang berjumlah 4 orang membobol mesin ATM BRI dan berhasil mengambil uang sebesar Rp 755 juta. Aksi para pelaku berhasil terekam oleh kamera CCTV yang diketahui salah satunya adalah RS,” imbuh Sunarto.

RS, kata Sunarto, teridentifikasi berada di Agam, Sumatera Barat. Polisi yang mendapat informasi langsung bergerak cepat untuk memburu RS dan komplotannya.

“Minggu (6/9) RS ditangkap. Setelah dari RS polisi melakukan proses pengembangan untuk dapat menangkap pelaku-pelaku lain, tetapi RS adalah otak dari aksi tersebut sekaligus eksekutor,” kata Sunarto.

Sejumlah barang bukti yang ditunjukan oleh polisi.

Para pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda-beda, BM di tangkap di Jakarta, HB di Surabaya, MA di Banyuwangi, dan RS di Sumatera Barat. Dari para pelaku diamankan sejumlah barang bukti berupa cincin, jam tangan, emas, hingga mobil yang diduga merupakan hasil dari kejahatan.

“Hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan, diketahui otak aksi tersebut adalah RS. Jadi RS diberhentikan dari pekerjaannya sebagai pengawal teknisi ATM pada bulan Juni 2021 lalu. Kemudian mencari rekan untuk beraksi di Rokan Hulu,” katanya.

Keempat pelaku pembobolan ATM kini disangkakan dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Adapun uang hasil kejahatan dibagikan saat kabur ke daerah Sumatera Barat.

(RED)