Probolinggo, BeritaTKP.com – Sebanyak 200 butir pil koplo, 8 butir pil ekstasi, 601 gram sabu, serta 7 buah ponsel harus diamankan oleh jajaran Polda Jatim. Barang bukti tersebut didapatkan selama ungkap kasus narkoba Operasi Tumpas Semeru di Kota Probolinggo. Ini merupakan barang bukti hasil ungkap terbesar di jajaran Polda Jatim.

Barang bukti yang cukup banyak itu didapat saat anggota menangani kecelakaan tunggal. ternyata di dalam mobil Datsun Go bernopol N 1605 ZI utu terdapat sebanyak 601 gram sabu dan 8 butir pil ekstasi. Barang bukti itu jika dirupiahkan nilainya bisa mencapai Rp 1 miliar.

Dari hasil ungkap itu, berhasil diamankan 11 orang tersangka. Mereka adalah Anton Pristiawan ,39, warga asal Desa Kencong, Jember yang merupakan kurir sabu 601 gram dan 8 butir pil ektasi. Tersangka lain adalah RH ,34, SY 29, MBY .36, RK ,34, AP ,35, SA ,34, YA ,24, GAP ,34, MRI ,20, dan JD ,31,.

“Di saat gelar Operasi Tumpas Semeru kita berhasil mengamankan barang bukti yang cukup besar. Sabu seberat 601 gram dan 8 butir pil ektasi, yang berawal dari kejelian anggota saat menangani laka lantas yang terjadi,” ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Raden Muhamad Jauhari, Senin (13/9/2021).

Dengan keberhasilan diungkapnya narkoba terbanyak, Jauhari memberikan reward ke anggota Laka Lantas Satlantas Polres Probolinggo Kota dan Satuan Reserse Narkoba.

“Kita berikan reward kepada anggota Laka Lantas Polres Probolinggo Kota dan Satreskoba dengan keberhasilan mengungkap dan mengagalkan peredaran narkoba jaringan antar provinsi dan lintas kota, dengan barang bukti terbanyak selama ini,” jelas Jauhari.

“Terimakasih ke anggota Laka Lantas Aiptu Eko Yuli, atas kejelian hingga berhasil menggagalkan peredaran narkoba sabu dengan berat 601 Gram, dan 8 butir pil ekstasi, dan jajaran Satreskoba yang melanjutkan pengembangan,” lanjut Jauhari.

Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah mengapresiasi anggotanya yang bisa mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti banyak.

“Kami sangat mengapresiasi anggota atas kejelian dalam mengungkap kasus narkoba dengan barang yang sangat bukti besar,” tegas AKP Roni.

Dari 11 orang tersangka, 9 orang tersangka dikenakan tindak pidana narkotika dan 2 tersangka dikenakan pasal tindak pidana edar farmasi. Untuk pelanggaran narkotika terancam kurungan penjara 5 tahun dan maksimal hukuman mati, dan untuk pelanggaran edar farmasi tersangka terancam dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun.

(RED)