JOMBANG, BeritaTKP.com – Seorang pencari ikan yang tewas di Sungai Brantas Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, Jombang akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Operasi pencarian yang dilakukan untuk menemukan korban melibatkan 2 tim dari BPBD Jombang dan 1 tim dari Basarnas Surabaya. Selain menyisir Sungai Brantas hingga radius 2 km, tim SAR juga bermanuver dengan perahu karet di titik korban tenggelam.

“Sekitar pukul 17.05 wib manuver di permukaan, kemudian jasad korban muncul sekitar lima meter dari titik korban tenggelam,” kata Supervisor BPBD Jombang Stevie Maria, Senin (13/9/2021).

Kapolsek Ploso Kompol Paidi Sadiarto menjelaskan, titik tenggelam pencari ikan tersebut berupa lubang yang dalam. Jasad korban baru bisa mengapung ke permukaan Sungai Brantas setelah tim SAR membuat gelombang dengan bermanuver menggunakan perahu karet.

Saat ditemukan, jasad pria muda ini sudah terbujur kaku. Korban masih memakai celana panjang dan kaus. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan, menguatkan keterangan dari para saksi bahwa korban memang murni tenggelam,” terangnya.

Tidak hanya itu, lanjut Paidi, identitas pencari ikan tersebut juga berhasil diketahui. Korban adalah Fredy Aprilianto ,26, warga asal Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang.

Awalnya, keluarga korban datang ke lokasi karena ramai proses pencarian orang yang tenggelam. Kebetulan tempat tinggal korban dekat dengan lokasi kejadian.

Anggota Basarnas lantas mengantar keluarga korban ke Mapolsek Ploso untuk mengenali sepeda motor yang tertinggal di tanggul Sungai Brantas. Sepeda motor Yamaha Mio warna putih dengan nopol S 6827 OBL itu ternyata benar milik Fredy.

Identifikasi korban diperkuat lagi saat jasad korban ditemukan. “Setelah subuh tadi korban pamit ke orang tuanya mencari ikan untuk pakan kura-kura,” terangnya.

Fredy tenggelam di Sungai Brantas Desa Tanggungkramat pagi tadi sekitar pukul 05.00 wib. Ia nekat mencari ikan untuk pakan kura-kura dengan berjalan ke tengah sungai.

Dua saksi mata sempat meneriaki korban agar tidak berjalan terlalu ke tengah Sungai Brantas. Karena banyak lubang-lubang yang dalam bekas dari penambangan pasir di lokasi tersebut. Namun, ia tidak menggubris peringatan saksi mata. (RED)